S-300 Rusia Lindungi Suriah, AS Bakal Kirim Banyak F-35 ke Israel

Minggu, 07 Oktober 2018 - 03:30 WIB
S-300 Rusia Lindungi...
S-300 Rusia Lindungi Suriah, AS Bakal Kirim Banyak F-35 ke Israel
A A A
TEL AVIV - Amerika Serikat (AS) dilaporkan akan mengirim jet tempur siluman F-35 lebih banyak ke Israel setelah Rusia memasok Suriah dengan sistem rudal S-300. Langkah Moskow sebagai respons atas jatuhnya pesawat militer Rusia di Latakia, di mana militer Tel Aviv yang disalahkan.

Laporan ini dirilis DEBKAfile , situs berita intelijen militer yang memiliki hubungan dengan dinas keamanan Israel. "Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk memberikan bantuan kepada sekutu Amerika yang paling setia menyusul konsultasi di tingkat administrasi dan militer tertinggi," bunyi laporan tersebut.

"Langkah untuk meningkatkan persenjataan Israel diambil di belakang 'peningkatan ancaman' Rusia dan keputusannya untuk mengirimkan sistem pertahanan udara S-300 ke negara yang dilanda perang tersebut," lanjut laporan tersebut.

Jumlah pasti pesawat jet tempur termahal buatan Lockheed Martin Amerika Serikat ini belum diungkapkan.

Menurut laporan itu, selain memberi tahu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Washington juga memberi tahu Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dan Putra Mahkota Uni Emirat Arab Muhammad bin Zayed tentang keputusan Trump.

Jet tempur multiperan siluman F-35 untuk Israel akan dikerahkan dari skuadron layanan aktif Angkatan Udara AS. Skuadron pertama akan ditempatkan di Pangkalan Udara Al Dhafra Uni Emirat Arab, sekitar 32 kilometer (19 mil) dari Abu Dhabi.

DEBKAfile, dalam laporannya, menyimpulkan bahwa transfer F-35 secara besar-besaran ini menunjukkan mengindikasikan sekutu untuk mempertahankan operasi Israel di Suriah, meskipun kehadiran S-300 dan peningkatan kemampuan pertahanan udara Rusia-Suriah.

Seperti diketahui pesawat mata-mata militer Rusia, Il-20, ditembak jatuh sistem rudal S-200 Suriah saat sistem itu merespons serangan empat jet tempur F-16 Israel di Latakia pada 17 September 2018. Moskow yang menyalahkan Tel Aviv, mengatakan datanya membuktikan bahwa jet tempur F-16 Israel menggunakan pesawat Rusia itu sebagai perisai. Namun Tel Aviv membantah tuduhan itu.

Kepala Komando Sentral AS, Jenderal Joseph Votel, menyebut langkah pengerahan sistem rudal S-300 Rusia sebagai langkah pemicu eskalasi yang tidak perlu. Dia menegaskan keberadaan senjata pertahanan Moskow itu tidak akan memengaruhi kegiatan militer AS di kawasan tersebut.

Israel sendiri juga tetap berkomitmen akan terus menyerang aset-aset militer Iran di Suriah karena dianggap sebagai ancaman terhadap Tel Aviv. Menteri Energi Yuval Steinitz mengakui bahwa S-300 adalah sistem yang pasti militer Israel dan solusi perlu ditemukan.

Namun, Menteri Kerjasama Regional Israel Tzachi Hanegbi menyombongkan kemampuan siluman F-35 yang dia klaim tidak dapat dideteksi oleh sistem rudal S-300 Rusia.

Jurnalis terkemuka yang berbasis di Beirut, Martin Jay, percaya bahwa pengiriman S-300 Rusia menunjukkan Israel siapa yang bertanggung jawab dan tidak ditujukan untuk konfrontasi terbuka. “Saya pikir semua pertaruhan dibatalkan sekarang. Rusia menunjukkan Israel yang bertanggung jawab dan itu tidak akan lagi omong kosong,” katanya kepada Russia Today, yang dikutip Minggu (7/10/2018).
(mas)
Berita Terkait
Spesifikasi Jet Tempur...
Spesifikasi Jet Tempur F-35 Israel yang dikandangkan
Giliran Israel Kandangkan...
Giliran Israel Kandangkan Jet Tempur Siluman F-35
4 Senjata Israel Pasokan...
4 Senjata Israel Pasokan Amerika Serikat, Termasuk Jet Tempur Siluman F-35
Jet Tempur AS dan Rusia...
Jet Tempur AS dan Rusia Kembali Konfrontasi, Kali Ini F-35 dan Su-35 Nyaris Tabrakan
Jet Tempur Su-35 Rusia...
Jet Tempur Su-35 Rusia Tantang F-16 Amerika Duel di Wilayah Udara Suriah
Turki, India dan China...
Turki, India dan China Berlomba, tapi Ini 3 Jet Tempur Generasi Kelima Terbaik di Dunia
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
8 jam yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
9 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
10 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
11 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
12 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
13 jam yang lalu
Infografis
Peralatan Militer dari...
Peralatan Militer dari Berbagai Pangkalan AS Dikirim ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved