PLO: AS Hasut Israel untuk Hancurkan Desa Palestina
Jum'at, 05 Oktober 2018 - 13:03 WIB
PLO: AS Hasut Israel untuk Hancurkan Desa Palestina
A
A
A
YERUSALEM - Komite Hubungan Internasional Organisasi Pembebasan Palestin (PLO) menyebut Amerika Serikat (AS) menghasut Israel untuk menghancurkan desa Palestina Khan al-Ahmar. Demikian yang dilaporkan kantor berita Safa.
Menurut PLO, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert mengatakan keputusan Mahkamah Agung Israel yang membuka jalan bagi pembongkaran desa telah "diterima" oleh pemerintah Amerika.
Dalam sebuah pernyataan, komite PLO menggambarkan pernyataan Nauert sebagai "hasutan langsung" untuk menghancurkan desa Khan Al-Ahmar dan mengusir penduduknya.
PLO mengatakan bahwa ini adalah tamparan bagi kehendak internasional yang menentang keputusan Israel, serta tamparan kepada Kanselir Jerman Angela Merkel yang mengunjungi Israel.
PLO terus mendesak semua pemain internasional untuk berhenti membuat pernyataan tidak bertanggung jawab yang bias terhadap pendudukan Israel dan menimbulkan ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional seperti dikutip dari Middle East Monitor, Jumat (5/10/2018).
Khan Al-Ahmar dijadwalkan akan dibongkar pekan ini, setelah pengadilan Israel memberi waktu kepada penduduk desa itu hingga 1 Oktober untuk mengevakuasi rumah mereka. Pembongkaran diharapkan dalam waktu dekat, dengan penundaan yang diperkirakan hanya karena hari libur Yahudi yang berlangsung awal pekan ini.
Sebelumnya, Radio Tentara Israel melaporkan bahwa Kanselir Jerman Angela Merkel, yang akan tiba di Israel malam ini, mengancam akan membatalkan kunjungannya jika pembongkaran itu dilakukan. Kunjungan Merkel ke Israel telah berulang kali ditunda dalam 18 bulan terakhir karena ketidaksepakatan mengenai kebijakan Israel yang terus berlanjut mengenai penyelesaian ilegal dan perlakuannya terhadap warga Palestina.
Menurut PLO, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert mengatakan keputusan Mahkamah Agung Israel yang membuka jalan bagi pembongkaran desa telah "diterima" oleh pemerintah Amerika.
Dalam sebuah pernyataan, komite PLO menggambarkan pernyataan Nauert sebagai "hasutan langsung" untuk menghancurkan desa Khan Al-Ahmar dan mengusir penduduknya.
PLO mengatakan bahwa ini adalah tamparan bagi kehendak internasional yang menentang keputusan Israel, serta tamparan kepada Kanselir Jerman Angela Merkel yang mengunjungi Israel.
PLO terus mendesak semua pemain internasional untuk berhenti membuat pernyataan tidak bertanggung jawab yang bias terhadap pendudukan Israel dan menimbulkan ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional seperti dikutip dari Middle East Monitor, Jumat (5/10/2018).
Khan Al-Ahmar dijadwalkan akan dibongkar pekan ini, setelah pengadilan Israel memberi waktu kepada penduduk desa itu hingga 1 Oktober untuk mengevakuasi rumah mereka. Pembongkaran diharapkan dalam waktu dekat, dengan penundaan yang diperkirakan hanya karena hari libur Yahudi yang berlangsung awal pekan ini.
Sebelumnya, Radio Tentara Israel melaporkan bahwa Kanselir Jerman Angela Merkel, yang akan tiba di Israel malam ini, mengancam akan membatalkan kunjungannya jika pembongkaran itu dilakukan. Kunjungan Merkel ke Israel telah berulang kali ditunda dalam 18 bulan terakhir karena ketidaksepakatan mengenai kebijakan Israel yang terus berlanjut mengenai penyelesaian ilegal dan perlakuannya terhadap warga Palestina.
(ian)