Erdogan: Pasukan Turki Takkan Tinggalkan Suriah sampai Ada Pemilu

Jum'at, 05 Oktober 2018 - 04:23 WIB
Erdogan: Pasukan Turki...
Erdogan: Pasukan Turki Takkan Tinggalkan Suriah sampai Ada Pemilu
A A A
ISTANBUL - Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan pasukan Turki tidak akan meninggalkan Suriah sampai pemilihan umum (pemilu) diadakan di negara tersebut. Ankara selama ini mendukung kelompok oposisi atau pemberontak yang ingin menggulingkan Presiden Bashar al-Assad.

"Kapanpun rakyat Suriah mengadakan pemilu, kami akan meninggalkan Suriah untuk pemiliknya," kata Erdogan di forum TRT World di Istanbul, kemarin, yang dilansir Al Jazeera, Jumat (5/10/2018).

Turki mengirim pasukan ke Suriah pada Agustus 2016 untuk membersihkan daerah perbatasan dari kelompok Islamic State of Iraq and Levant (ISIL/ISIS).

Pada awal tahun ini, pasukan Turki meluncurkan operasi di wilayah Afrin, Suriah utara untuk memerangi pasukan Kurdi yang berafiliasi dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Bagi Ankara, PKK merupakan kelompok teroris.

Erdogan setuju dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membentuk zona demiliterisasi antara pasukan pemberontak dan pasukan rezim Suriah di Suriah utara.

Zona yang membantang antara 15 hingga 20 km itu diberlakukan mulai 15 Oktober 2018. Kendali keamanan zona itu akan dijamin oleh patroli militer Rusia dan Turki.

Erdogan menambahkan bahwa Ankara tidak menemui kesulitan dalam melakukan pembicaraan dengan berbagai faksi pemberontak di provinsi Idlib di Suriah utara. Idlib merupakan benteng pertahanan terakhir yang dikuasai pemberontak yang berada di luar kendali pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Hay'et Tahrir al-Sham, yang termasuk kelompok terkait al-Qaeda sebelumnya dikenal sebagai Front al-Nusra, diyakini sebagai kelompok bersenjata paling kuat di Idlib. Turki menunjuk kelompok itu sebagai organisasi teroris pada bulan Agustus, sesuai dengan keputusan PBB yang keluar bulan Juni.

Menurut Erdogan, Turki memantau Idlib dari 12 titik pengamatan. Sedangkan Rusia memiliki 10 titik pengamatan dan Iran memiliki enam titik.

"Mengamankan koridor ini berarti mengamankan Idlib," katanya. "Dan kami telah mulai membentengi pos pengamatan kami."
(mas)
Berita Terkait
Erdogan: Intelijen Turki...
Erdogan: Intelijen Turki Habisi Pemimpin Teroris ISIS di Suriah
Erdogan: Turki Akan...
Erdogan: Turki Akan Tetap di Suriah Hingga Rakyat Suriah Bebas
10 Negara Asal Serdadu...
10 Negara Asal Serdadu ISIS Terbanyak, Rusia Capai 5.000 Orang
Erdogan Peringatkan...
Erdogan Peringatkan Operasi Baru di Suriah Jika Milisi Kurdi Tak Pergi
Erdogan Minta Putin...
Erdogan Minta Putin Bangun Koridor Keamanan di Suriah
Erdogan: Pemberontak...
Erdogan: Pemberontak Suriah Akan Caplok Damaskus
Berita Terkini
Israel Ternyata Ditolong...
Israel Ternyata Ditolong AS saat Dihujani Rudal Iran
11 menit yang lalu
3 Fakta Kepulauan Chagos...
3 Fakta Kepulauan Chagos yang Akan Dibeli AS, Salah Satunya Jadi Kekuatan Militer Amerika-Inggris
40 menit yang lalu
Lebanon Jadi Titik Krisis...
Lebanon Jadi Titik Krisis bagi Gencatan Senjata Perang Iran, Ini 4 Alasannya
40 menit yang lalu
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
1 jam yang lalu
4 Alasan Iran Kembali...
4 Alasan Iran Kembali Gempur Israel, Ingin Tunjukkan Solidaritas ke Hizbullah
1 jam yang lalu
Israel Pecat Wakil Bos...
Israel Pecat Wakil Bos Mossad setelah Gagal Operasi Runtuhkan Rezim Iran
1 jam yang lalu
Infografis
Erdogan Berkuasa Lagi,...
Erdogan Berkuasa Lagi, 3 Konsekuensi Buruknya bagi Rakyat Turki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved