Abbas di PBB: Di Mana Perbatasan Israel?

Sabtu, 29 September 2018 - 02:02 WIB
Abbas di PBB: Di Mana...
Abbas di PBB: Di Mana Perbatasan Israel?
A A A
NEW YORK - Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengingatkan para pemimpin dunia bahwa Yerusalem tidak dijual ketika ia mencerca Amerika Serikat (AS) dan Israel pada sidang umum PBB. Abbas mengatakan kepada mereka yang berkumpul di New York bahwa hak-hak Palestina tidak untuk tawar menawar karena ia mengatakan pendudukan kolinial Israel mencekik mereka. Ia pun menyerukan kebebasan, kemerdekaan dan keadilan untuk rakyatnya.

Abbas memperingatkan bahwa Undang-undang Negara-Bangsa Yahudi yang diadopsi pada bulan Juli lalu memutuskan warga Palestina atas hak mereka untuk menentukan nasib sendiri dan sejarah serta warisan mereka. Abbas pun meminta masyarakat untuk menolak undang-undang yang dicapnya sebagai pelanggaran berat dan bahaya nyata, baik secara polituik maupun hukum dan mengingatkan pada negara apartheid di Afrika Selatan.

"Hukum ini pasti akan mengarah pada penciptaan satu negara rasis, negara apartheid, dan membatalkan solusi dua negara. Israel mempraktekkan rasisme, tetapi mengabadikan praktiknya dengan hukum ini," ujarnya seperti dikutip dari Morning Star, Sabtu (29/9/2018).

"Undang-undang rasis ini berbicara tentang apa yang disebut 'tanah Israel.' Dapatkah Anda bertanya kepada pemerintah Israel apa sebenarnya yang membentuk 'tanah Israel,' apa 'batas' Negara Israel itu?" imbuhnya.

“Saya menantang siapa pun untuk memberi tahu kami apa itu. Dimana mereka? Di mana batas-batas Negara Israel?" tantangnya.

Abbas lantas mengutuk keputusan provokatif Presiden AS Donald Trump untuk merelokasi kedutaan AS ke Yerusalem dan penghapusan masalah Yerusalem, pengungsi, permukiman dan keamanan dari perundingan sebagai serangan terhadap hukum internasional dan resolusi PBB yang relevan.

Namun ia meminta Palestina untuk tetap teguh dalam perjuangan mereka untuk menentukan nasib sendiri dan negara Palestina merdeka.

"Saya mengatakan kepada semua orang bahwa segera fajar kebebasan dan kemerdekaan akan bersinar dan pendudukan akan masuk ke kegelapan sejarah," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Pembunuhan Israel Terhadap...
Pembunuhan Israel Terhadap Warga Palestina Deklarasi Perang
Netanyahu Anggap New...
Netanyahu Anggap New York Times Rusak Pemerintahan Israel Mendatang
Israel Tangkap Lebih...
Israel Tangkap Lebih dari 3.000 Warga Palestina Sepanjang Tahun 2022
Israel Ajukan RUU Cabut...
Israel Ajukan RUU Cabut Kewarganegaraan Palestina, Aktivis: Pembersihan Etnis!
Berita Terkini
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
26 menit yang lalu
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
1 jam yang lalu
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
1 jam yang lalu
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
4 jam yang lalu
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
5 jam yang lalu
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
6 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved