Dakwaan Korupsi Najib Razak Kemungkinan Akan Bertambah

Jum'at, 21 September 2018 - 09:39 WIB
Dakwaan Korupsi Najib...
Dakwaan Korupsi Najib Razak Kemungkinan Akan Bertambah
A A A
KUALA LUMPUR - Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC) tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa mantan perdana menteri Najib Razak dan istrinya Rosmah Mansor akan menghadapi tuduhan korupsi lebih banyak. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Komisaris MACC, Azam Baki.

"Tidak ada komentar. Akan ada lebih banyak tuduhan. Mungkin," kata Azam ketika ditanya wartawan di luar Kompleks Pengadilan Kuala Lumpur setelah persidangan Najib pada Kamis (20/9/2018) kemarin jika ada lebih banyak tuduhan yang diberikan.

Ketika ditanya lebih lanjut jika Rosmah bisa dituntut, Azam hanya mengatakan: "Saya tidak menyangkal itu," tanpa merincinya seperti dikutip dari The New Strait Times, Jumat (21/9/2018).

The New Straits Times, mengutip sumber-sumber, melaporkan pada 18 September bahwa Rosmah akan menghadapi hingga 20 tuntutan kriminal. Para penyelidik telah menyelesaikan penyelidikan mereka ke dalam dugaan "arsip Rosmah", yang dibuka kembali segera setelah pemerintah Barisan Nasional dikalahkan dalam Pemilihan Umum ke-14.

Pada hari Kamis, Najib dijerat pengadilan atas 21 dakwaan pencucian uang dan mengaku tidak bersalah atas empat tuduhan korupsi. Ia didakwa di bawah Undang-Undang Anti-Pencucian Uang dan Undang-undang Anti-Terorisme 2001. Dia juga diberikan jaminan sebesar Rp13 miliar dengan dua jaminan.

Najib dituduh melakukan pencucian uang, pelanggaran kriminal kepercayaan dan penyalahgunaan kekuasaan pada bulan Juli dan Agustus berkaitan dengan dana sekitar 42 juta ringgit (USD10,14 juta) yang diduga mengalir dari SRC International, mantan unit 1MDB, ke rekening bank pribadinya.

Najib sejauh ini mengaku tidak bersalah atas semua tuduhan tersebut dan secara konsisten membantah melakukan kesalahan. Sidang SRC akan dimulai pada bulan Februari mendatang.

1MDB sendiri sedang diselidiki oleh setidaknya enam negara, termasuk Singapura, Swiss dan AS, atas dugaan pencucian uang dan korupsi.

SRC telah menjadi fokus awal penyelidik Malaysia karena semua transaksi mencurigakan yang melibatkannya melalui entitas Malaysia.
(ian)
Berita Terkait
Ratusan Tas Mewah Milik...
Ratusan Tas Mewah Milik Istri Najib Rusak di Tangan Polisi yang Menyitanya
Tok! Eks PM Malaysia...
Tok! Eks PM Malaysia Najib Razak Divonis Bebas
Korupsi, Seorang Sheikh...
Korupsi, Seorang Sheikh Sekaligus Putra Eks PM Kuwait Diburu
Najib Kembali Kampanye...
Najib Kembali Kampanye untuk Partainya: Apa yang Membuat Malu?
Duh, Vonis untuk Istri...
Duh, Vonis untuk Istri Najib Razak Bocor
Divonis 12 Tahun, Najib...
Divonis 12 Tahun, Najib Razak Tamat
Berita Terkini
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
1 jam yang lalu
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
2 jam yang lalu
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
3 jam yang lalu
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
4 jam yang lalu
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
5 jam yang lalu
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
6 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved