PBB: Kekejaman Militer Myanmar terhadap Rohingya Sulit Dimengerti

Rabu, 19 September 2018 - 03:05 WIB
PBB: Kekejaman Militer...
PBB: Kekejaman Militer Myanmar terhadap Rohingya Sulit Dimengerti
A A A
JENEWA - Para penyelidik PBB mengatakan tingkat kekejaman yang dilakukan oleh militer Myanmar terhadap minoritas Rohingnya "sulit dimengerti". Mereka menyatakan aksi militer tersebut sudah masuk dalam empat dari lima kategori tindakan genosida.

Dalam sebuah laporan setebal 444 halaman yang dirilis pada hari Selasa, para penyelidik tersebut menggambarkan kampanye penjarahan, pemerkosaan dan pembunuhan terhadap warga Rohingya oleh pasukan bersenjata Myanmar sebagai kebrutalan ekstrem.

Para penyelidik mengutuk impunitas dan kekuatan ekstrem militer di negara tersebut. Mereka mendesak militer dihapus dari politik, menyerukan agar enam tokoh senior militer dituntut di pengadilan internasional atas tuduhan melakukan genosida.

Laporan penyelidik PBB dirilis lebih dari satu tahun setelah Myanmar memulai operasi militer berdarah terhadap komunitas Rohingya di Rakhine. Operasi militer yang dilakukan sebagai respons atas serangan kelompok militan Rohingya terhadap puluhan pos polisi itu telah memaksa sekitar 700.000 warga Rohingya eksodus ke Bangladesh.

Marzuki Darusman, ketua dari misi pencari fakta independen PBB di Myanmar, mengatakan laporan itu telah menarik kesimpulan berdasarkan fakta yang tidak pernah dia duga.

"tindakan-tindakan Tatmadaw (militer Myanmar) dan pasukan keamanan lainnya jatuh dalam empat dari lima kategori tindakan genosida, menggambarkan kejahatan itu secara konsisten dan tidak proporsional terhadap ancaman keamanan yang sebenarnya," kata Marzuki dalam pidatonya, hari Selasa yang dikutip dari Sky News, Rabu (19/9/2018).

Laporan penyelidik PBB secara khusus menyoroti serangan militer di Desa Tula Toli, atau Min Gyi, di mana tentara menembak orang-orang desa yang melarikan diri dari tepi sungai, kemudian menangkap mereka yang melarikan diri sesuai dengan jenis kelamin mereka.

Menurut laporan itu, para pria Rohingya dibunuh, sedangkan anak-anak ditembak atau dibuang ke sungai atau pun dilempar ke api.

Para perempuan dan gadis Rohingya juga dibawa ke rumah-rumah, di mana mereka dipukuli dan diperkosa dengan kejam. Beberapa dari mereka ada yang ditikam dan dibunuh di dekat anak-anak mereka yang masih kecil.

PBB memperkirakan sekitar 750 orang tewas dalam serangan itu, dalam apa yang mereka sebut sebagai serangan yang direncanakan dengan baik dan disengaja terhadap para penduduk sipil tertentu."
(mas)
Berita Terkait
PBB Khawatir Nasib Rohingya...
PBB Khawatir Nasib Rohingya di Myanmar Kian Terpuruk setelah Kudeta
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Pendekatan Rasional...
Pendekatan Rasional terhadap Krisis Rohingya
Agama Warga Negara Bagian...
Agama Warga Negara Bagian Rakhine Myanmar dan Persentasenya
Berita Terkini
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
16 menit yang lalu
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
1 jam yang lalu
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: Anda Curang atau Bodoh
1 jam yang lalu
Israel Balas Bombardir...
Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota
1 jam yang lalu
IRGC: Rudal-rudal Balistik...
IRGC: Rudal-rudal Balistik Iran Gempur Pangkalan Udara Ramat David Israel
2 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
2 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved