PM Irak Perintahkan Penyelidikan Serangan Terhadap Konsulat Iran

Minggu, 09 September 2018 - 09:12 WIB
PM Irak Perintahkan...
PM Irak Perintahkan Penyelidikan Serangan Terhadap Konsulat Iran
A A A
BAGHDAD - Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi, memerintahkan penyelidikan terhadap pasukan keamanan yang bertanggung jawab melindungi konsulat Iran di Basra. Konsulat Iran di Basra diserang dan dibakar oleh demonstran yang memprotes pengangguran merajalela dan kurangnya layanan publik.

"Penyelidikan itu bertujuan untuk meminta pertanggungjawaban pasukan keamanan karena tidak memenuhi tugas mereka dalam memberikan perlindungan yang diperlukan," bunyi pernyataan kantor Abadi seperti dikutip dari Xinhua, Minggu (9/9/2018).

Pada Jumat malam, puluhan pengunjuk rasa menyerbu konsulat Iran di kota Basra, Irak selatan. Mereka membakar gedung itu setelah pasukan keamanan yang menjaga konsulat mundur untuk menghindari jatuhnya korban. Para pegawai Iran sendiri telah meninggalkan gedung dari awal ke tempat-tempat yang aman.

Abadi, yang juga adalah panglima tertinggi pasukan Irak, mengeluarkan perintah kepada pasukan keamanan untuk menangani dengan tegas kerusuhan yang menyertai demonstrasi dan untuk melindungi negara dan lembaga-lembaga swasta.

Sementara itu Kementerian Kesehatan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa aksi protes yang tejadi pada Jumat lalu mengakibatkan 3 orang tewas dan 48 warga sipil dan dua polisi luka-luka.

Para demonstran juga mencoba bergerak ke arah konsulat Amerika Serikat (AS) di kota itu, tetapi upaya itu tidak berhasil karena langkah-langkah keamanan yang ditingkatkan.

Jabbar al-Saidi, kepala komite keamanan dewan provinsi, mengatakan kepada wartawan bahwa banyak daerah di provinsi Basra di bawah kendali para demonstran. Namun bantuan pasukan dari Baghdad telah tiba di sana untuk mengendalikan situasi keamanan di provinsi tersebut.

Satu sumber keamanan di kota itu mengatakan kepada Xinhua bahwa pasukan Komando Kontra Terorisme telah dikerahkan pada Sabtu pagi di sekitar bank dan bangunan pemerintah lainnya di Basra dan kota-kota lain di provinsi itu.

Basra, ibu kota provinsi yang memiliki nama yang sama, telah lama menjadi sanksi demonstrasi lebih dari 2 juta penduduknya tentang infrastruktur yang ambruk, pemadaman listrik dan korupsi.

Pasokan air di provinsi ini juga dikecam secara luas karena tingginya kadar garam, dengan ribuan warga telah dirawat di rumah sakit.

Para pengunjuk rasa juga menuduh partai-partai politik yang berpengaruh berada di balik korupsi yang meluas, yang menyebabkan tingkat pengangguran yang tinggi dan kegagalan dalam rehabilitasi listrik, air, dan layanan dasar negara lainnya.
(ian)
Berita Terkait
Analis: Baghdad Harus...
Analis: Baghdad Harus Hukum Milisi Iran karena Bunuh Warga Irak
Benarkah Iran dan Irak...
Benarkah Iran dan Irak Bermusuhan? Ini Faktanya
Komandan Iran Desak...
Komandan Iran Desak Milisi Irak Tingkatkan Serangan pada Pasukan AS
Ini Bukti Pengaruh Iran...
Ini Bukti Pengaruh Iran di Irak Masih Kuat
AS Ungkap 80 Lokasi...
AS Ungkap 80 Lokasi Milisi Syiah yang Hendak Diserang di Irak
Bertikai Soal Keterlibatan...
Bertikai Soal Keterlibatan Militer di Irak, Turki Panggil Dubes Iran
Berita Terkini
2 Tentara AS Tewas Dirudal...
2 Tentara AS Tewas Dirudal Iran, Anggota DPR Iran: Silakan Melarikan Diri
49 menit yang lalu
The Wall Street Journal...
The Wall Street Journal Ungkap Kemampuan Rudal Iran Lebih Unggul Dibandingkan Pertahanan Udara AS
1 jam yang lalu
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap Psikologi Presiden Trump Lebih Penting Dibandingkan Biaya Politik
3 jam yang lalu
Khawatir Asia Timur...
Khawatir Asia Timur Jadi Medan Perang, Menhan Jepang: Senjata Nuklir Tak Bisa Dihindari
4 jam yang lalu
Meski Dihujani Puluhan...
Meski Dihujani Puluhan Rudal Rusia, Kenapa Jumlah Korban Tewas di Ukraina Tidak Banyak?
5 jam yang lalu
39 Rudal Rusia Hujani...
39 Rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina, Warga Sipil Ketakutan
6 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved