PBB: Putin dan Erdogan Harus Cegah Pertumpahan Darah di Idlib

Rabu, 05 September 2018 - 09:14 WIB
PBB: Putin dan Erdogan...
PBB: Putin dan Erdogan Harus Cegah Pertumpahan Darah di Idlib
A A A
JENEWA - Suriah dapat terhindar dari pertempuran paling berdarah. Itu terjadi jika Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan mendesak menyelesaikan situasi di wilayah yang dikuasai pemberontak Idlib.

Hal itu dikatakan oleh utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura. Dikatakan de Mistura, pembicaraan antara Rusia dan Turki memegang kunci untuk menghindari serangan di wilayah 2,9 juta orang. Namun enam laporan serangan udara pada hari Selasa menunjukkan pembicaraan Ankara tidak berjalan baik.

Menurut de Mistura, laporan media mengatakan pemerintah Suriah mungkin menunggu hingga 10 September sebelum meluncurkan serangan, membuat pertemuan puncak yang akan diadakan antara Rusia, Turki dan Iran pada Jumat menjadi "penting."

"Jika benar, rumor yang kami dengar - ada rencana untuk benar-benar mulai bergerak dan meningkatkan eskalasi militer pada tanggal 10, waktunya adalah esensi," kata de Mistura seperti dikutip dari Reuters, Rabu (5/9/2018).

De Mistura mengajukan permohonan melalui media kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dan Tayyip Erdogan dari Turki.

"Panggilan telepon antara kalian berdua akan membuat perbedaan besar," ujarnya.

"Karena itu kami meminta lebih banyak waktu diberikan untuk negosiasi terutama antara Rusia dan Turki, yang merupakan pemangku kepentingan utama dan terus menurut saya kunci untuk solusi lunak," tambahnya.

De Mistura juga menyerukan rute evakuasi sipil yang dilindungi untuk memungkinkan penduduk Idlib meninggalkan kota secara sukarela, didampingi oleh personel Amerika Serikat (AS).

Presiden AS Donald Trump memperingatkan Presiden Suriah Bashar al-Assad dan sekutunya Iran serta Rusia pada hari Senin untuk tidak "sembrono menyerang" Idlib. Ia memperingatkan bahwa ratusan ribu orang bisa terbunuh.

Baca: Trump Peringatkan Suriah Cs Tidak Sembrono Menyerang Idlib

De Mistura, mencatat bahwa tweet Trump menggunakan kata "kemanusiaan" dua kali, mengatakan ia telah mengirim pesan yang benar.

Pejabat tinggi militer AS memperingatkan pada hari Selasa bahwa serangan militer besar-besaran Suriah di Idlib akan mengarah pada bencana kemanusiaan dan sebaliknya merekomendasikan operasi yang lebih sempit yang disesuaikan terhadap militan di sana.

"Memang ada diplomasi kemanusiaan dan politik yang kuat sekarang di sekitar Idlib," kata Jan Egeland, penasihat kemanusiaan de Mistura.

“Dan jika berhasil, kita akan memiliki ratusan ribu jiwa yang luput. Jika gagal di hari-hari dan jam-jam berikutnya kita bisa melihat pertempuran yang lebih kejam daripada pertempuran sebelumnya dalam perang paling kejam dari generasi kita ini,” tambahnya.
(ian)
Berita Terkait
Erdogan Minta Putin...
Erdogan Minta Putin Bangun Koridor Keamanan di Suriah
Digandeng Erdogan, Vladimir...
Digandeng Erdogan, Vladimir Putin Sakit?
Putin Kirim Belasungkawa...
Putin Kirim Belasungkawa pada Erdogan dan Assad Terkait Korban Gempa Bumi
Erdogan Puji Hubungan...
Erdogan Puji Hubungan Spesial dengan Vladimir Putin
Makin Mesra, Turki Gandeng...
Makin Mesra, Turki Gandeng Rusia Buat Bikin Kapal Perang dan Kapal Selam
Pamor Vladimir Putin...
Pamor Vladimir Putin Turun Drastis setelah Tumbangnya Assad, Berikut 5 Faktanya
Berita Terkini
6 Negara dengan Sistem...
6 Negara dengan Sistem Pelayanan Kesehatan Terbaik di Dunia, 3 Ada di Asia
1 jam yang lalu
Mantan Agen CIA Ini...
Mantan Agen CIA Ini Minta AS Akui Iran sebagai Kekuatan Regional Utama, Berikut 3 Alasannya
2 jam yang lalu
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
6 jam yang lalu
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
7 jam yang lalu
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
8 jam yang lalu
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
9 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved