Hentikan Dana Bantuan, Yordania Sebut AS Memantik Radikalisme

Minggu, 02 September 2018 - 05:49 WIB
Hentikan Dana Bantuan,...
Hentikan Dana Bantuan, Yordania Sebut AS Memantik Radikalisme
A A A
AMMAN - Yordania menyesalkan keputusan Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan pendanaan ke badan PBB untuk pengungsi Palestina. Yordania menyebut hal itu hanya akan memicu radikalisme dan membahayakan prospek perdamaian Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi mengatakan, akan terus menggalang dukungan donor untuk mengurangi krisis keuangan akut yang dihadapi oleh agen tersebut. Yordania sendiri menampung lebih dari 2 juta dari lebih dari 5 juta pengungsi terdaftar yang dinaungi oleh lembaga tersebut.

AS mengumumkan pada hari Jumat bahwa tidak akan lagi mendukung Badan Bantuan dan Pekerja PBB (UNRWA). Awal tahun ini AS, yang lama menjadi donor terbesarnya, telah memangkas pendanaan.

"Gangguan terhadap layanan UNRWA akan memiliki implikasi kemanusiaan, politik, dan keamanan yang sangat berbahaya bagi para pengungsi dan untuk seluruh kawasan," kata Safadi.

“Itu hanya akan mengkonsolidasikan lingkungan keputusasaan yang pada akhirnya akan menciptakan lahan subur untuk ketegangan lebih lanjut. Secara politis itu juga akan semakin melukai kredibilitas upaya perdamaian,” imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (2/9/2018).

Safadi mengatakan sebuah pertemuan pada 27 September di New York di Perserikatan Bangsa-Bangsa yang disponsori Yaman bersama dengan Jepang, Uni Eropa, Swedia dan Turki akan berusaha untuk menggalang dukungan politik dan keuangan untuk badan tersebut.

"Kami akan melakukan segala kemungkinan untuk memastikan bahwa UNRWA mendapatkan dana yang dibutuhkan untuk terus menawarkan layanannya kepada para pengungsi Palestina," tukas Safadi.
(ian)
Berita Terkait
6 Alasan Houthi Ingin...
6 Alasan Houthi Ingin Berperang Melawan Amerika Serikat
Kecam Israel Saat Pidato...
Kecam Israel Saat Pidato Wisuda, Wanita Yaman Dituding Anti-Semit
Pemimpin Houthi: Israel...
Pemimpin Houthi: Israel Didukung AS Peras Palestina Bebaskan Tawanan tanpa Kompensasi
Houthi Murka Usai Amerika...
Houthi Murka Usai Amerika Serikat dan Inggris Bombardir Yaman
5 Fakta Kehebatan Houthi,...
5 Fakta Kehebatan Houthi, Pendukung Sejati Palestina yang Ditakuti Israel dan AS
Bela Palestina, Ratusan...
Bela Palestina, Ratusan Pejuang Houthi yang Baru Direkrut Siap Bertempur Lawan Israel dan Amerika Serikat
Berita Terkini
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jermah Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
1 jam yang lalu
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
1 jam yang lalu
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
2 jam yang lalu
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
3 jam yang lalu
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
3 jam yang lalu
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved