Kecam Israel Saat Pidato Wisuda, Wanita Yaman Dituding Anti-Semit

Rabu, 31 Mei 2023 - 02:54 WIB
loading...
Kecam Israel Saat Pidato...
Fatima Mousa Mohammed memicu kontroversi setelah pidatonya saat upacara kelulusan mengecam kekerasan yang dilakukan Israel. Foto/Al Arabiya
A A A
WASHINGTON - Seorang wanita asal Yaman berhasil menyita perhatian setelah secara lantang mengecam kekerasan Israel di Palestina dalam pidato kelulusannya dari sebuah universitas di Amerika Serikat (AS). Sontak pidatonya mendapat respons keras dari sejumlah legislator AS.

Fatima Mousa Mohammed, yang lulus dari City University New York, berpidato tentang melindungi komunitas menghadapi sistem penindasan yang diciptakan untuk memberi makan sebuah kerajaan dengan nafsu rakus akan kehancuran dan kekerasan.

Dia mendesak hadirin, keluarga mereka, dan fakultas untuk menggunakan pidatonya sebagai bahan bakar untuk perang melawan kapitalisme, rasisme, dan Zionisme di seluruh dunia.

“Israel terus menghujani para jemaah dengan peluru dan bom tanpa pandang bulu, membunuh yang tua dan muda, menyerang pemakaman dan kuburan karena mendorong massa lynch untuk menargetkan rumah dan bisnis Palestina; karena memenjarakan anak-anaknya, dan melanjutkan proyek kolonialisme pemukim yang mengusir warga Palestina dari rumah mereka,” ujarnya seperti dikutip dari Al Arabiya, Rabu (31/5/2023).

Ia juga menyatakan bangga dengan posisi CUNY sebagai salah satu dari sedikit institusi yang dibuat untuk mengakui bahwa hukum adalah manifestasi dari supremasi kulit putih yang terus menindas dan menindas di seluruh dunia, sambil menyebut Departemen Kepolisian Kota New York (NYPD) "fasis" dan mengecam militer AS yang terus melatih tentara Israel untuk melakukan kekerasan yang sama secara global.

Namun, tambahnya, sekolah terkadang gagal dalam komitmennya dengan mendukung lembaga-lembaga tersebut.

Baca Juga: Apa Hubungan Amerika Serikat dengan Israel?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
AS Mengganas, Hantam...
AS Mengganas, Hantam Iran Bertubi-tubi Bidik Bunker Senjata
Ketika Raja Charles...
Ketika Raja Charles Terkagum-kagum dengan Masjid Cambridge: Saya Sangat Terkesan!
Rekomendasi
Zero ODOL Dinilai Jadi...
Zero ODOL Dinilai Jadi Titik Awal Perkuat Keselamatan Transportasi
9 Jaksa Mulai Bekerja...
9 Jaksa Mulai Bekerja Tangani Kasus Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
Berita Terkini
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Infografis
Houthi Yaman Siap Serang...
Houthi Yaman Siap Serang Israel jika Perang Gaza Berlanjut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved