Rusia Serahkan Bukti Rencana Serangan Senjata Kimia Palsu

Sabtu, 01 September 2018 - 01:58 WIB
Rusia Serahkan Bukti...
Rusia Serahkan Bukti Rencana Serangan Senjata Kimia Palsu
A A A
MOSKOW - Tidak diragukan lagi bawah gerilyawan merencanakan operasi serangan senjata kimia palsu di provinsi Idlib, Suriah. Hal itu dikatakan oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Lavrov pun mengatakan bahwa Moskow telah memberikan bukti dari rencana tersebut ke PBB dan OPCW.

"Kami telah menyajikan fakta-fakta konkret yang diperoleh dari berbagai sumber baik ke PBB dan ke Den Haag, di mana markas besar OPCW (Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia) berada," kata Lavrov seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (1/9/2018).

Ia pun mengungkapkan risiko serangan palsu tersebut melibatkan penggunaan senjata kimia di Suriah. Ia pun menegaskan jika fakta-fakta yang disajikan kongruen.

Lavrov mengatakan bahwa tidak ada keraguan bahwa provokasi semacam itu sedang dipersiapkan. Dia kemudian menjelaskan bahwa kelompok-kelompok teroris bercokol di provinsi barat laut Suriah, termasuk Front al-Nusra Front sekarang dikenal sebagai Tahrir al-Sham, mencoba untuk menggagalkan pemisahan teroris dari kelompok bersenjata lainnya dengan segala cara.

Pria berkacamata itu juga mengatakan bahwa Rusia akan terus mendukung Damaskus dalam perjuangannya melawan teroris dan terbuka tentang tindakannya.

"Kami tidak memiliki rencana untuk menyembunyikan apa yang kami lakukan untuk mendukung pemerintah Suriah, yang membebaskan tanahnya dari teroris untuk (memungkinkan) warga Suriah untuk kembali ke kehidupan normal secepat mungkin," kata Lavrov kepada wartawan selama konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Eritrea Osman Saleh Mohammed di Sochi.

Sebelumnya, perwakilan Rusia untuk OPCW, Aleksandr Shulgin, mengatakan bahwa Moskow telah menyerahkan bukti serangan palsu yang direncanakan kepada Direktur Jenderal OPCW Fernando Arias.

"Pemerintah Suriah juga mengirimkan datanya sendiri ke OPCW," ia menambahkan, sambil memperingatkan bahwa serangan itu dapat dipentaskan setiap saat.

Moskow sebelumnya menuduh Washington membantu militan dengan rencana serangan palsu dengan maksud menyalahkan pemerintah Suriah atas serangan itu, dengan demikian membenarkan serangan udara baru terhadap Suriah.

Serangan udara yang direncanakan diduga jauh lebih besar dalam skala daripada yang dilakukan oleh AS, Inggris dan Prancis pada bulan April lalu.

Kementerian Pertahanan Rusia telah mengatakan bahwa bahan kimia yang diperlukan untuk serangan palsu telah dikirim ke daerah tersebut, mengutip sumber di lapangan. Mereka menuduh kelompok White Helmets membantu para teroris dalam pengirimannya.

Baca: Rusia Sebut White Helmets Pasok Bahan Kimia Beracun ke Militan Suriah
(ian)
Berita Terkait
Apakah Rusia Dukung...
Apakah Rusia Dukung Bashar al-Assad?
Kecam Invasi Israel...
Kecam Invasi Israel ke Suriah, Rusia Tarik Aset Militernya
Diburu Pasukan Pemerintah,...
Diburu Pasukan Pemerintah, Loyalis Bashar Al Assad Bersembunyi di Pangkalan Udara Rusia
Rusia Akui Uji Coba...
Rusia Akui 'Uji Coba' Tank T-14 Armata di Suriah
Operasi Khusus Rusia-Suriah...
Operasi Khusus Rusia-Suriah Bebaskan Pasukan yang Ditawan Pemberontak
Rusia Tegaskan Barat...
Rusia Tegaskan Barat Dukung Para Teroris di Suriah
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
1 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
6 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
6 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
7 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
8 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
9 jam yang lalu
Infografis
Jika Diinvasi Barat,...
Jika Diinvasi Barat, Rusia Pastikan Gunakan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved