Iran Bantah Adanya Pembatasan Perjalanan Diplomat Prancis ke Teheran
Rabu, 29 Agustus 2018 - 21:07 WIB
Iran Bantah Adanya Pembatasan Perjalanan Diplomat Prancis ke Teheran
A
A
A
TEHERAN - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi menyatakan bahwa kabar Prancis telah memberlakukan pembatasan bagi diplomatnya untuk melakukan perjalanan ke Iran adalah tidak benar.
Qasemi menuturkan, kabar tersebut dihembuskan oleh pihak-pihak yang tidak senang dengan hubungan antara Teheran dan Paris. Dia lalu menyebut,Iran harus waspada terhadap "musuh" yang mencoba mempengaruhi hubungan antar negara.
"Hubungan antara Iran dan Eropa, terutama Iran dan Perancis memiliki beberapa musuh, dan kita harus waspada terhadap tindakan mereka. Pembatasan perjalanan para diplomat Prancis (ke Iran) tidak benar," kata Qasemi, seperti dilansir Reuters pada Rabu (29/8).
Sebelumnya diwartakan, Prancis, dalam sebuah memo internal, dilaporkan telah meminta kepada para diplomatnya dan pejabat Kementerian Luar Negeri untuk menunda tanpa batas semua perjalanan yang tidak penting ke Iran. Larangan ini merujuk pada rencana bom yang digagalkan dan sikap keras Iran terhadap Prancis.
Memo itu mengutip rencana pemboman terhadap pertemuan kelompok oposisi Iran di pengasingan dekat Paris. Pertemuan itu dihadiri oleh pengacara Presiden AS Donald Trump, Rudy Giuliani. Paris menganggap ini adalah tanda sikap Teheran yang lebih agresif terhadap Prancis.
Instruksi itu juga disampaikan kepada pejabat di departemen pemerintah di luar kementerian luar negeri untuk diteruskan kepada staf yang bermaksud melakukan perjalanan ke Iran. Itu ditunjukkan oleh memo terpisah yang diperoleh oleh Reuters.
Memo itu menekankan bagaimana kepercayaan pada pemerintah Teheran telah terkikis di Paris karena hubungan antara keduanya menjadi semakin tegang, bahkan ketika Presiden Emmanuel Macron berbicara untuk menjaga kesepakatan nuklir.
Qasemi menuturkan, kabar tersebut dihembuskan oleh pihak-pihak yang tidak senang dengan hubungan antara Teheran dan Paris. Dia lalu menyebut,Iran harus waspada terhadap "musuh" yang mencoba mempengaruhi hubungan antar negara.
"Hubungan antara Iran dan Eropa, terutama Iran dan Perancis memiliki beberapa musuh, dan kita harus waspada terhadap tindakan mereka. Pembatasan perjalanan para diplomat Prancis (ke Iran) tidak benar," kata Qasemi, seperti dilansir Reuters pada Rabu (29/8).
Sebelumnya diwartakan, Prancis, dalam sebuah memo internal, dilaporkan telah meminta kepada para diplomatnya dan pejabat Kementerian Luar Negeri untuk menunda tanpa batas semua perjalanan yang tidak penting ke Iran. Larangan ini merujuk pada rencana bom yang digagalkan dan sikap keras Iran terhadap Prancis.
Memo itu mengutip rencana pemboman terhadap pertemuan kelompok oposisi Iran di pengasingan dekat Paris. Pertemuan itu dihadiri oleh pengacara Presiden AS Donald Trump, Rudy Giuliani. Paris menganggap ini adalah tanda sikap Teheran yang lebih agresif terhadap Prancis.
Instruksi itu juga disampaikan kepada pejabat di departemen pemerintah di luar kementerian luar negeri untuk diteruskan kepada staf yang bermaksud melakukan perjalanan ke Iran. Itu ditunjukkan oleh memo terpisah yang diperoleh oleh Reuters.
Memo itu menekankan bagaimana kepercayaan pada pemerintah Teheran telah terkikis di Paris karena hubungan antara keduanya menjadi semakin tegang, bahkan ketika Presiden Emmanuel Macron berbicara untuk menjaga kesepakatan nuklir.
(esn)