Iran Peringatkan Saudi Soal Kemungkinan Eksekusi Aktivis HAM

Minggu, 26 Agustus 2018 - 22:05 WIB
Iran Peringatkan Saudi...
Iran Peringatkan Saudi Soal Kemungkinan Eksekusi Aktivis HAM
A A A
TEHERAN - Dewan Tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) Iran memperingatkan Arab Saudi mengenai konsekuensi jika akhirnya Riyadh benar-benar mengeksekusi mati para aktivis HAM. Pernyataan ini datang setelah munculnya kabar pengadilan berusaha menempelkan tuduhan hasutan untuk memprotes dan memberikan dukungan moral kepada para perusuh kepada para aktivis.

"Kami secara serius memperingatkan penguasa Saudi tentang konsekuensi dari kekejaman dan kejahatan yang jelas terhadap orang-orang yang tertindas di Qatif dan para aktivis HAM dan anti-penindasan lainnya," kata Dewan Tinggi HAM Iran, seperti dilansir ifpnews pada Minggu (26/8).

Dewan, yang merupakan subdivisi Pengadilan Iran, juga menekankan perlunya badan-badan internasional, terutama PBB dan Dewan HAM PBB, untuk menunjukkan kepekaan dan menikuti masalah ini dengan serius.

Badan itu menggambarkan laporan dari jaksa Saudi yang mencari hukuman mati untuk pasangan dan aktivis lainnya sebagai sesuau yang sangat menyesalkan dan menyedihkan mengingat catatan pelanggaran HAM negara itu di masa lalu.

Sebelumnya, Human Rights Watch (HRW) melemparkan kecaman mengenai kabar adanya rencana Saudi untuk mengeksekusi mati para aktvisis HAM. HRW menyebut, kabar ini benar-benar mengerikan.

"Setiap eksekusi mengerikan, tetapi mencari hukuman mati untuk aktivis seperti Israa al-Ghomgham, yang bahkan tidak dituduh perilaku kekerasan, adalah mengerikan. Jaksa penuntut umum Arab Saudi sedang mencari hukuman mati terhadap lima aktivis HAM yang berasal dari Provinsi Timur Saudi, yang saat ini diadili di sebuah pengadilan teror rahasia," kata Sarah Leah Whitson, Direktur Timur Tengah HRW.

Dia lalu menyatakan, seluruh tuntutan yang disematkan kepada para aktivis tersebut benar-benar tidak masuk akal. Di mana para aktivis ini dituduh melakukan hasutan untuk melawan pemerintah Saudi.

“Di antara tahanan adalah Israa al-Ghomgham, yang dikatakan oleh aktivis Saudi mungkin akan wanita pertama yang mungkin menghadapi hukuman mati untuk pekerjaan yang terkait dengan HAM. Tuduhan terhadapnya termasuk hasutan untuk memprotes dan memberikan dukungan moral kepada para perusuh," ungkapnya.

(esn)
Berita Terkait
Solidaritas untuk Iran:...
Solidaritas untuk Iran: Masyarakat Tanda Tangani Pernyataan di Kediaman Dubes
Duta Besar Iran Ungkap...
Duta Besar Iran Ungkap Kronologi Lengkap Gelombang Protes Besar
Sengketa Rebutan Pulau,...
Sengketa Rebutan Pulau, Iran Pamer Rudal di Teluk Persia
Iran Pamer Drone Militer...
Iran Pamer Drone Militer Terbaru, Terbang 24 Jam Jangkau 2000 Kilometer
Aksi Solidaritas Iran...
Aksi Solidaritas Iran di Depan Kedubes AS Jakarta
Rakyat Iran Berduka...
Rakyat Iran Berduka atas Meninggalnya Presiden Ebrahim Raisi
Berita Terkini
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
48 menit yang lalu
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
1 jam yang lalu
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
1 jam yang lalu
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
2 jam yang lalu
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
4 jam yang lalu
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
6 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved