Rusia Marah Pesawatnya Diganggu Jet Tempur Inggris di Laut Hitam

Minggu, 26 Agustus 2018 - 05:19 WIB
Rusia Marah Pesawatnya...
Rusia Marah Pesawatnya Diganggu Jet Tempur Inggris di Laut Hitam
A A A
LONDON - Pemerintah Rusia melalui Kedutaan Besar-nya di Inggris menyampaikan kemarahannya atas gangguan jet-jet tempur London terhadap pesawat militer Moskow di atas Laut Hitam. Gangguan itu dianggap sebagai tindakan provokatif yang merongrong keamanan regional.

Kedutaan Besar Rusia untuk Kerajaan Inggris menyampaikan sikap tegasnya dalam sebuah pernyataan pada Sabtu malam.

Pada hari Kamis, jet-jet tempur Typhoon Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) "menyela" sebuah pesawat patroli militer Rusia di atas Laut Hitam ketika pesawat itu dianggap sedang bergerak menuju wilayah udara negara-negara NATO.

"Episode terbaru ini dengan tepat menunjukkan betapa berbahayanya gagasan mengerahkan RAF dan pasukan NATO lainnya di Rumania, Polandia atau negara-negara Baltik," bunyi pernyataan kedutaan tersebut, seperti dikutip Sputnik, Minggu (26/8/2018).

"Alih-alih memperkuat keamanan siapa pun, kehadiran militer seperti itu digunakan oleh otoritas Inggris untuk tindakan provokatif tidak hanya melalui pernyataan verbal, tetapi juga dalam istilah militer nyata, sangat berbahaya," lanjut pernyataan kedutaan.Baca: Jet-jet Tempur Inggris Ganggu Pesawat Rusia di Atas Laut Hitam
Menurut kedutaan, pasukan Rusia sepenuhnya mematuhi hukum internasional dan tidak menimbulkan ancaman terhadap Inggris.

"Orang mungkin mengerti mengapa Angkatan Laut Kerajaan (Inggris) mengawal kapal militer Rusia di Selat Inggris, di sekitar garis pantai Inggris, bahkan jika ini tidak perlu bagi Inggris untuk mempublikasikannya. Tapi ancaman macam apa ke Inggris atau sekutunya yang dilakukan pesawat patroli Rusia secara hipotetis saat melakukan penerbangan dari pantai Rusia sendiri, sekitar 1.500 mil jauhnya dari Inggris?," papar Kedutaan Rusia.

NATO telah secara signifikan meningkatkan kehadiran pasukannya di Eropa Timur sejak awal krisis Ukraina pada tahun 2014. Aliansi militer pimpinan Amerika Serikat itu menggunakan dugaan campur tangan Rusia dalam urusan internal Ukraina sebagai dalih untuk mengerahkan pasukannya. Moskow telah membantah semua tuduhan tersebut.

Moskow telah berulang kali menyuarakan protesnya atas penumpukan militer NATO yang hanya akan merusak stabilitas regional dan memicu perlombaan senjata baru.
(mas)
Berita Terkait
Jerman Berikan Bantuan...
Jerman Berikan Bantuan Perang untuk Ukraina Sebesar 6,5 Trilyun Rupiah
Media Inggris: NATO...
Media Inggris: NATO Yakin Serangan Balasan Ukraina Tidak Berhasil
PM Inggris soal Krisis...
PM Inggris soal Krisis Ukraina: Beberapa Hari ke Depan Momen Paling Berbahaya
Ukraina Amankan Kesepakatan...
Ukraina Amankan Kesepakatan Senjata Rp33 Triliun dengan Inggris
3 Motif Inggris dan...
3 Motif Inggris dan Negara Baltik Gelar Simulasi Perang Melawan Rusia
Inggris Umumkan Siap...
Inggris Umumkan Siap Kerahkan Tentara ke Ukraina
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
39 menit yang lalu
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
1 jam yang lalu
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
3 jam yang lalu
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
4 jam yang lalu
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
5 jam yang lalu
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
6 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved