Ratusan Warga Korsel-Korut Bersiap Reuni Menyayat Hati

Senin, 20 Agustus 2018 - 13:41 WIB
Ratusan Warga Korsel-Korut...
Ratusan Warga Korsel-Korut Bersiap Reuni Menyayat Hati
A A A
SEOUL - Sekitar 200 warga Korea Selatan (Korsel) sedang bersiap-siap untuk menyeberang ke wilayah Korea Utara (Korut) pada hari Senin (20/8/2018). Mereka ingin reuni yang menyayat hati dengan keluarganya di Korut yang belum pernah terlihat sejak Perang Korea.

Peristiwa langka ini akan berlangsung di kawasan resor Diamond Mountain (Gunung Berlian) di Korea Utara. Penyelenggaraan reuni keluarga Korea yang terpisah di dua negara ini berkat upaya diplomatik Seoul dan Pyongyang di tengah desakan terhadap rezim Korea Utara untuk melucuti program senjata nuklirnya.

Sebagian besar dari mereka yang mengambil bagian dalam reuni emosional ini adalah para orang tua yang ingin melihat orang yang mereka cintai sekali lagi sebelum mereka meninggal. Sebagian besar keluarga Korea terpecah selama Perang Korea 1950-1953, yang berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.

Bus-bus yang membawa para orang lanjut usia Korea Selatan sudah tiba di kantor imigrasi perbatasan pada Senin pagi. Pekerja Palang Merah yang mengenakan rompi kuning telah melambaikan tangan pada mereka.

Beberapa dari peserta reuni menggunakan kursi roda dan yang lain dibantu oleh pekerja saat mereka turun dari bus dan pindah ke kantor imigrasi Korea Selatan di kota perbatasan timur Goseong. Setelah menjalani pemeriksaan imigrasi, mereka harus menyeberangi perbatasan dengan bus dan melakukan perjalanan ke Gunung Berlian.

Reuni-reuni sebelumnya telah menghasilkan pemandangan memilukan. Para orang tua menangis, merangkul dan membelai satu sama lain. Hampir 20.000 orang telah berpartisipasi dalam 20 putaran reuni tatap muka yang diselenggarakan antara kedua negara sejak tahun 2000.

Ada 3.700 pesan video lain yang dipertukarkan dengan kerabat Korea Utara mereka di bawah program yang berumur pendek dari tahun 2005 hingga 2007. Tidak ada yang memiliki kesempatan kedua untuk melihat keluarga mereka.

Menurut Kementerian Unifikasi Seoul, 197 warga Korea Selatan dan anggota keluarga mereka akan mengambil bagian dalam putaran reuni pertama yang berlangsung dari Senin hingga Rabu nanti. Selain itu, 337 warga Korea Selatan lainnya juga akan berpartisipasi dalam reuni putaran kedua dari Jumat hingga Minggu.

Korea Selatan juga akan mengirim lusinan staf medis dan darurat ke Gunung Berlian untuk mempersiapkan potensi masalah kesehatan mengingat banyaknya peserta adalah orang-orang usia lanjut.

Banyak dari peserta Korea Selatan adalah pengungsi perang yang lahir di Korea Utara. Mereka ingin bertemu kerabat mereka atau anak-anak bayi yang mereka tinggalkan saat Perang Korea pecah. Jika masih hidup, bayi-bayi yang ditinggalkan itu kini berusia sekitar 70-an tahun.

Park Hong-seo, veteran Perang Korea berusia 88 tahun dari kota selatan Daegu, mengatakan dia selalu bertanya-tanya apakah dia akan menghadapi kakaknyanya sendiri dalam pertempuran.

Setelah lulus dari sebuah universitas di Seoul, saudara lelaki Park memilih menetap di kota pesisir Korea Utara, Wonsan, sebagai dokter gigi pada tahun 1946. Setelah perang pecah, Park diberitahu oleh rekan kerjanya bahwa saudaranya menolak melarikan diri ke Korea Selatan karena dia memiliki sebuah keluarga di Korea Utara.

Park berjuang untuk Korea Selatan sebagai tentara pelajar dan merupakan salah satu pasukan sekutu yang mengambil alih Wonsan pada Oktober 1950. Pasukan pimpinan Amerika Serikat bergerak maju lebih jauh ke Korea utara pada minggu-minggu berikutnya sebelum didorong mundur oleh massa pasukan China setelah Beijing melakukan intervensi dalam konflik.

Park mengetahui bahwa saudaranya meninggal pada tahun 1984. Di Gunung Berlian, dia akan bertemu para keponakannya di Korea Utara, yang masing-masing berusia 74 dan 69 tahun.

"Saya ingin bertanya apa keinginannya dan apa yang dia katakan tentang saya," kata Park dalam wawancara telepon pekan lalu, seperti dikutip AP. "Saya ingin tahu apakah ada kemungkinan dia melihat saya ketika aku berada di Wonsan."

Selama tiga tahun sejak reuni terakhir diadakan, Korea Utara menguji tiga senjata nuklir dan beberapa rudal yang menunjukkan potensi menyerang benua Amerika Serikat.

Namun, Korea Utara telah bergeser ke diplomasi dalam beberapa bulan terakhir. Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, putra dari pengungsi perang Korea Utara, yang telah bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, setuju untuk melanjutkan reuni keluarga Korea.
(mas)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Korea Selatan: Serangan...
Korea Selatan: Serangan Nuklir Jadi Akhir Rezim Korea Utara
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan Militer Percepat Persiapan Perang
Adik Kim Jong-un Kirim...
Adik Kim Jong-un Kirim Ancaman ke Korsel
Kim Jong-un Hentikan...
Kim Jong-un Hentikan Rencana Aksi Militer Terhadap Korea Selatan
Kim Jong Un Cek Pabrik...
Kim Jong Un Cek Pabrik Militer Korut, Ada Rudal Taktis
Berita Terkini
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
14 menit yang lalu
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
42 menit yang lalu
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
1 jam yang lalu
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
1 jam yang lalu
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
2 jam yang lalu
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
2 jam yang lalu
Infografis
Diskon dan Pembebasan...
Diskon dan Pembebasan BBNKB untuk Warga Jakarta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved