Menlu Iran: Upaya AS Gulingkan Rezim Teheran Akan Gagal

Senin, 20 Agustus 2018 - 01:31 WIB
Menlu Iran: Upaya AS...
Menlu Iran: Upaya AS Gulingkan Rezim Teheran Akan Gagal
A A A
TEHERAN - Pembentukan Kelompok Aksi Iran di Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) bertujuan untuk menggulingkan Republik Islam Iran. Namun hal itu akan berujung pada kegagalan.

Hal itu dikatakan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif pada ulang tahun ke 65 dari kudeta yang didukung AS menggulingkan perdana menteri Iran yang dipilih secara demokratis Mohammed Mossadegh.

Membandingkan sanksi baru AS terhadap Teheran yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump dengan kudeta tahun 1953 yang menggulingkan Perdana Menteri Iran, Mohammed Mossadegh, Zarif mengatakan Teheran tidak akan membiarkan sejarah terulang.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Kamis menunjuk penasihat kebijakan senior Brian Hook sebagai perwakilan khusus untuk Iran yang bertanggung jawab atas Kelompok Aksi Iran. Kelompok ini dibentuk untuk mengoordinasikan kampanye tekanan Trump terhadap Iran menyusul penarikan Washington dari kesepakatan nuklir internasional dengan Teheran.Baca: Jalankan Kebijakan Anti Teheran, AS Bentuk Kelompok Aksi Iran
“65 tahun yang lalu hari ini, AS menggulingkan pemerintahan demokratis Dr. Mossadegh, memulihkan kediktatoran dan menundukkan Iran selama 25 tahun ke depan. Sekarang sebuah "Kelompok Aksi" bermimpi melakukan hal yang sama melalui tekanan, misinformasi & hasutan. Tidak akan lagi," cuit Zarif seperti dikutip dari Reuters, Senin (20/8/2018).

AS dan Inggris mengatur penggulingan Mossadegh setelah ia bertindak untuk menasionalisasi industri minyak Iran, memulihkan kekuasaan Shah Mohammed Reza Pahlavi. Syah yang didukung Barat kemudian digulingkan dalam Revolusi Islam 1979 di Iran.

Ketua Parlemen Iran Ali Larijani mengatakan kudeta itu adalah pelajaran sejarah terbaik yang tidak bisa dipercaya oleh orang Amerika.

"Berani-beraninya Anda berbicara tentang kebebasan bangsa Iran dengan catatan gelap Anda dari kudeta 19 Agustus, dan penunjukan rezim totaliter boneka," kata Larijani seperti dikutip oleh kantor berita negara IRNA, mengacu pada pemerintahan Shah.

"Amerika memberlakukan sanksi tetapi mereka mengklaim mereka mendukung kebebasan, hak asasi manusia, dan keamanan global dan regional," tukas Larijani.

Kudeta Anglo-Amerika 1953 tetap merupakan luka terbuka dalam hubungan Iran dengan Barat. Pada Maret 2000, Menteri Luar Negeri Madeleine Albright menjadi pejabat senior Amerika pertama yang mengakui peran Amerika dalam kudeta, menyebutnya kemunduran bagi perkembangan politik Iran.

Washington dan Teheran tidak memiliki hubungan diplomatik sejak jatuhnya rezim Syah. Dasawarsa permusuhan mereda dengan kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan AS di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama dan lima kekuatan dunia lainnya. Namun ketegangan tinggi berlanjut setelah Trump menarik Washington keluar dari kesepakatan, menyebutnya cacat dan menguntungkan Iran.
(ian)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Presiden Iran Ebrahim...
Presiden Iran Ebrahim Raisi Tiba di AS, Demonstran Bikin Tiang Gantungan
Berita Terkini
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
33 menit yang lalu
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
1 jam yang lalu
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
2 jam yang lalu
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
3 jam yang lalu
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
4 jam yang lalu
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
5 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved