Pemimpin Sayap Kiri Jerman Kecam Kebijakan Agresif AS
Senin, 13 Agustus 2018 - 18:15 WIB
Pemimpin Sayap Kiri Jerman Kecam Kebijakan Agresif AS
A
A
A
BERLIN - Pemimpin partai sayap kiri Jerman, Sahra Wagenknecht melemparkan kecaman keras atas apa yang dia sebut sebagai kebijakan agresif pemerintahan Amerika Serikat (AS) di bawah pimpinan Donald Trump untuk mengejar kepentingannya di seluruh dunia.
Menurut Wagenknecht, dalam sebuah wawancara dengan media Jerman, Frankfurter Allgemeine, kepentingan Washington tidak sejalan dengan Uni Eropa (UE) dalam hal penyelesaian masalah yang paling penting, termasuk masalah ekonomi.
"Dengan melancarkan perang terkait sumber daya, AS telah mengguncang Timur Tengah dan terus melakukannya di Iran, sementara Eropa membayar harganya. Kita seharusnya tidak mematuhi kebijakan yang bertentangan dengan kepentingan kita," ucap Wagenknecht, seperti dilansir Sputnik pada Senin (13/8).
Wagenknecht kemudian menyebut UE, khususnya Jerman harusnya mulai memperbaiki hubungan dengan Rusia. Dia mengatakan hubungan UE yang tidak bersahabat dengan Rusia bertentangan dengan kepentingan blok tersebut.
Dia menambahkan, AS tidak pernah nyaman jika Jerman dan Rusia memiliki hubungan baik. "AS selalu takut sumber daya Rusia disatukan dengan teknologi Jerman dan memang demikian," ungkapnya.
Menurut Wagenknecht, dalam sebuah wawancara dengan media Jerman, Frankfurter Allgemeine, kepentingan Washington tidak sejalan dengan Uni Eropa (UE) dalam hal penyelesaian masalah yang paling penting, termasuk masalah ekonomi.
"Dengan melancarkan perang terkait sumber daya, AS telah mengguncang Timur Tengah dan terus melakukannya di Iran, sementara Eropa membayar harganya. Kita seharusnya tidak mematuhi kebijakan yang bertentangan dengan kepentingan kita," ucap Wagenknecht, seperti dilansir Sputnik pada Senin (13/8).
Wagenknecht kemudian menyebut UE, khususnya Jerman harusnya mulai memperbaiki hubungan dengan Rusia. Dia mengatakan hubungan UE yang tidak bersahabat dengan Rusia bertentangan dengan kepentingan blok tersebut.
Dia menambahkan, AS tidak pernah nyaman jika Jerman dan Rusia memiliki hubungan baik. "AS selalu takut sumber daya Rusia disatukan dengan teknologi Jerman dan memang demikian," ungkapnya.
(esn)