Membunuh dan Coba Perkosa Wanita, Pria Myanmar Dipancung di Saudi

Kamis, 09 Agustus 2018 - 01:22 WIB
Membunuh dan Coba Perkosa...
Membunuh dan Coba Perkosa Wanita, Pria Myanmar Dipancung di Saudi
A A A
RIYADH - Otoritas Arab Saudi mengeksekusi pancung seorang pria Myanmar atas tuduhan berbagai macam kejahatan, termasuk membunuh, merampok dan percobaan perkosaan terhadap wanita. Selain dipancung, pria tersebut juga disalib.

Kantor berita negara Saudi, SPA, melaporkan pada hari Rabu bahwa eksekusi dilakukan di kota suci Makkah.

Terpidana mati yang dieksekusi bernama Elias Abulkalaam Jamaleddeen. Dia dituduh memasuki rumah seorang wanita Myanmar dan menembakkan senjata. Elias kemudian menikam wanita itu hingga tewas.

Elias juga dituduh memasuki rumah lain, di mana dia merampok, mencoba membunuh seorang pria, mencoba memerkosa seorang wanita dan membawa lari senjata serta amunisi dari rumah tersebut.

Laporan SPA menyatakan bahwa pria Myanmar itu dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan eksekusinya didukung oleh Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud.

Di Arab Saudi, eksekusi di depan publik adalah pelaksanaan hukuman mati. Namun, untuk penyaliban terpidana mati yang telah dieksekusi hanya untuk penjahat yang melakukan kejahatan paling serus.

Menurut data European Saudi Organization for Human Rights (ESOHR), jumlah eksekusi pancung di Kerajaan Saudi selama kuartal pertama 2018 meningkat lebih dari 70 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berita tentang eksekusi terbaru ini terjadi beberapa hari setelah Arab Saudi terlibat perseteruan diplomatik dengan Kanada.

Dalam sebuah pernyataan pada 5 Agustus 2018, Kementerian Luar Negeri Saudi mengumumkan bahwa mereka mengusir Duta Besar Kanada Dennis Horak dari negara itu dan membekukan semua perdagangan dan investasi baru. Alasannya, Ottawa telah ikut campur urusan dalam negeri Riyadh.

Alasan itu mengacu pada kecaman Kementerian Luar Negeri Kanada terkait penangkapan para aktivis perempuan di Saudi. Selain mengecam, Kanada juga menyerukan pembebesan para aktivis HAM yang dipenjara.
(mas)
Berita Terkait
Pengkritik Saudi di...
Pengkritik Saudi di Kanada Jadi Target Pembunuhan atau Penculikan
Dubes Kanada Akui Pentingnya...
Dubes Kanada Akui Pentingnya Agama, Budaya dan Ekonomi Madinah bagi Arab Saudi
Arab Saudi Senang Inggris,...
Arab Saudi Senang Inggris, Australia, Kanada, dan Portugal Resmi Akui Negara Palestina
Perwira Saudi Penghubung...
Perwira Saudi Penghubung Intelijen 5 Mata Jadi Target MBS
Negara yang Warganya...
Negara yang Warganya Pernah Dilarang Arab Saudi untuk Haji karena Konflik Politik
Pria Arab Saudi Dilarang...
Pria Arab Saudi Dilarang Nikahi Wanita Myanmar, Kenapa?
Berita Terkini
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
4 menit yang lalu
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
30 menit yang lalu
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
1 jam yang lalu
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
1 jam yang lalu
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
2 jam yang lalu
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
11 jam yang lalu
Infografis
Daftar Pemain dan Jadwal...
Daftar Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved