Banjir, 14.000 Keluarga di Hanoi Mengungsi
Rabu, 01 Agustus 2018 - 08:26 WIB
Banjir, 14.000 Keluarga di Hanoi Mengungsi
A
A
A
HANOI - Vietnam mengungsikan lebih dari 14.000 keluarga di Hanoi karena khawatir hujan lebat dapat mengakibatkan banjir di wilayah tersebut.
Hujan lebat telah menaikkan ketinggian air di Sungai Bui, 20 km dari pusat kota Hanoi sehingga dapat mengakibatkan banjir di desa-desa terdekat. “Otoritas harus siaga sepanjang waktu untuk memastikan keamanan warga lokal dan properti mereka,” ungkap Kepala Komite Rakyat Hanoi Nguyen Duc Chung kemarin, dikutip kantor berita Reuters.
“Kita harus siap untuk skenario terburuk,” papar Nguyen. Komite itu berfungsi sebagai lembaga eksekutif atau kantor Walikota Hanoi.
Vietnam sangat rawan diterjang badai dan banjir, dengan 389 orang tewas tahun lalu dalam bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Dua anak tenggelam dan lebih dari 1.000 rumah di distrik Hanoi telah tergenang banjir. Sebanyak 4.000 orang telah mengungsi.
Hujan diperkirakan mereda hari ini, menurut Pusat Nasional untuk Perkiraan Hidro-Meteorologi Vietnam. Pekan lalu, banjir dan tanah longsor memicu badai tropis Son Tinh yang menewaskan 27 orang dan mengakibatkan tujuh orang hilang di wilayah utara Vietnam.
Banjir yang lebih parah diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan mendatang, hingga musim hujan berakhir sekitar awal Oktober.
Sementara, banjir di Myanmar menewaskan 11 orang dan memaksa lebih dari 100.000 warga mengungsi. Tim penyelamat berupaya mengevakuasi warga yang terjebak di rumah mereka menggunakan perahu.
Hujan lebat terjadi di wilayah selatan, timur dan tengah Myanmar sejak pekan lalu hingga banjir menggenangi jalanan, memutus jembatan dan menenggelamkan lahan pertanian. Asisten Direkrut Departemen Manajemen Bencana Myanmar Nway Nway Soe menjelaskan 11 orang tewas termasuk tiga tentara yang membantu penyelamatan warga yang hilang akhir pekan lalu.
“Sebelas orang tewas. Lebih dari 119.000 orang mengungsi. Departemen manajemen bencana menyediakan bantuan pada korban berupa beras dan kebutuhan lain seperti mie dan ikan dalam kaleng,” papar Nway.
Tiga orang tenggelam di negara bagian Mon. “Mereka tersapu banjir,” kata Menteri Kesejahteraan Sosial Myanmar Win Myat Aye pada Reuters.
Pemerintah meminta warga di dataran rendah agar mengungsi ke tempat-tempat yang aman. “Kami mencoba menyadarkan warga agar lebih waspada,” ujar Win. (Muh Shamil)
Hujan lebat telah menaikkan ketinggian air di Sungai Bui, 20 km dari pusat kota Hanoi sehingga dapat mengakibatkan banjir di desa-desa terdekat. “Otoritas harus siaga sepanjang waktu untuk memastikan keamanan warga lokal dan properti mereka,” ungkap Kepala Komite Rakyat Hanoi Nguyen Duc Chung kemarin, dikutip kantor berita Reuters.
“Kita harus siap untuk skenario terburuk,” papar Nguyen. Komite itu berfungsi sebagai lembaga eksekutif atau kantor Walikota Hanoi.
Vietnam sangat rawan diterjang badai dan banjir, dengan 389 orang tewas tahun lalu dalam bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Dua anak tenggelam dan lebih dari 1.000 rumah di distrik Hanoi telah tergenang banjir. Sebanyak 4.000 orang telah mengungsi.
Hujan diperkirakan mereda hari ini, menurut Pusat Nasional untuk Perkiraan Hidro-Meteorologi Vietnam. Pekan lalu, banjir dan tanah longsor memicu badai tropis Son Tinh yang menewaskan 27 orang dan mengakibatkan tujuh orang hilang di wilayah utara Vietnam.
Banjir yang lebih parah diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan mendatang, hingga musim hujan berakhir sekitar awal Oktober.
Sementara, banjir di Myanmar menewaskan 11 orang dan memaksa lebih dari 100.000 warga mengungsi. Tim penyelamat berupaya mengevakuasi warga yang terjebak di rumah mereka menggunakan perahu.
Hujan lebat terjadi di wilayah selatan, timur dan tengah Myanmar sejak pekan lalu hingga banjir menggenangi jalanan, memutus jembatan dan menenggelamkan lahan pertanian. Asisten Direkrut Departemen Manajemen Bencana Myanmar Nway Nway Soe menjelaskan 11 orang tewas termasuk tiga tentara yang membantu penyelamatan warga yang hilang akhir pekan lalu.
“Sebelas orang tewas. Lebih dari 119.000 orang mengungsi. Departemen manajemen bencana menyediakan bantuan pada korban berupa beras dan kebutuhan lain seperti mie dan ikan dalam kaleng,” papar Nway.
Tiga orang tenggelam di negara bagian Mon. “Mereka tersapu banjir,” kata Menteri Kesejahteraan Sosial Myanmar Win Myat Aye pada Reuters.
Pemerintah meminta warga di dataran rendah agar mengungsi ke tempat-tempat yang aman. “Kami mencoba menyadarkan warga agar lebih waspada,” ujar Win. (Muh Shamil)
(nfl)