Kata Assad, Suriah Butuh Militer Rusia untuk Jangka Panjang

Jum'at, 27 Juli 2018 - 04:51 WIB
Kata Assad, Suriah Butuh...
Kata Assad, Suriah Butuh Militer Rusia untuk Jangka Panjang
A A A
DAMASKUS - Presiden Republik Arab Suriah Bashar al-Assad mengatakan, militer Rusia dibutuhkan di negaranya untuk jangka panjang. Menurutnya, keberadaan pasukan Moskow lebih dari sekadar memerangi teroris.

"Angkatan bersenjata Rusia diperlukan untuk keseimbangan di kawasan kami, setidaknya di Timur Tengah, sampai keseimbangan politik global berubah. Dan ini mungkin tidak terjadi, kami tidak tahu. Jadi itu penting dan perlu," kata Assad kepada kantor berita Interfax.

Menurutnya, perjanjian Suriah dengan Rusia atas penggunaan pangkalan militer Khmeimim telah ditandatangani untuk berlaku lebih dari 40 tahun. Hubungan antara kedua negara, ujar dia, bersifat jangka panjang.

Assad melanjutkan, pulangnya para pengungsi ke Suriah adalah masalah utama yang sedang dibahas antara Damaskus dan Moskow.

"Kami menyerukan kepada para pengungsi, terutama pada warga Suriah yang memiliki bisnis di sini, untuk kembali," katanya dikutip kantor berita TASS, Jumat (27/7/2018).Baca: Assad: White Helmets Adalah Teroris, Pilih Menyerah atau Mati!
Dalam wawancara dengan media Rusia itu, Assad menyinggung keberadaan kelompok sukarelawan White Helmets (Helm Putih) yang beroperasi di Suriah. Menurutnya, kelompok itu adalah teroris. Dia memberikan pilihan bagi kelompok itu untuk menyerah dan minta ampunan atau mati.

"Nasib White Helmets akan sama dengan teroris lainnya. Mereka memiliki dua pilihan; meletakkan senjata mereka dan memanfaatkan amnesti yang kami tawarkan selama empat atau lima tahun terakhir, atau dibunuh seperti teroris lainnya," kata Assad.

Baginya, Helm Putih yang mengklaim sebagai kelompok sukarelawan merupakan organisasi ilegal yang beroperasi di Suriah.

"Ini adalah topeng, topeng untuk Al-Nusra (afiliasi Al-Qaeda)," katanya. "Anda memiliki video dan foto anggota grup ini yang memegang pedang dan merayakan kematian tentara Suriah," ujarnya.

"Bukti apa lagi yang Anda butuhkan bahwa mereka bukan organisasi kemanusiaan, tetapi topeng yang digunakan oleh al-Qaeda?," imbuh Assad.

Kelompok Helm Putih beroperasi hanya di wilayah yang kendali kelompok militan anti-pemerintah Suriah. Mereka mendapat dukungan dari Amerika Serikat, Inggris dan beberapa tetangga Suriah sejak konflik pecah pada tahun 2011.
(mas)
Berita Terkait
Benarkah Al Qaeda Didanai...
Benarkah Al Qaeda Didanai Israel? Ini Penjelasannya
Profil Ahmed al-Sharaa,...
Profil Ahmed al-Sharaa, Pemimpin De Facto Suriah yang Dulunya Komandan Al Qaeda
Pemimpin ISIS Abu al-Hasan...
Pemimpin ISIS Abu al-Hasan Tewas dalam Pertempuran
AS Bombardir Suriah,...
AS Bombardir Suriah, Habisi Komandan Senior al-Qaeda
AS: ISIS dan Al-Qaeda...
AS: ISIS dan Al-Qaeda Bisa Bangkit Kembali di Afghanistan dalam Kurun 6-36 Bulan
Agen-agen Ukraina Bersekutu...
Agen-agen Ukraina Bersekutu dengan Al-Qaeda di Suriah
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
4 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
5 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
6 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
7 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
8 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
8 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved