Gunakan Kekuatan Berlebihan di Gaza, UE Desak Israel Menahan Diri

Rabu, 25 Juli 2018 - 15:59 WIB
Gunakan Kekuatan Berlebihan...
Gunakan Kekuatan Berlebihan di Gaza, UE Desak Israel Menahan Diri
A A A
NEW YORK - Uni Eropa (UE) mendesak Israel untuk menahan diri dari penggunaan kekuatan berlebihan teradap warga sipil tak bersenjata. UE juga menyerukan hal yang sama kepada semua pihak terkait.

Penanggung jawab delegasi UE di PBB, Joanne Adamson mengatakan bahwa penggunaan kekuataan yang diambil harus proporsional.

"Israel harus membalikkan langkah-langkah hukumannya dan bekerja dengan komunitas internasional untuk meringankan kondisi di Gaza, termasuk membuka jalur dan akses untuk semua aktor kemanusiaan," kata Adamson.

"Situasi di Jalur Gaza telah seperti panci presto untuk beberapa waktu dan berada di ambang ledakan," imbuhnya seperti dikutip dari Xinhua, Rabu (25/7/2018).

Untuk mencegah eskalasi kekerasan lebih lanjut, UE juga mendesak semua pihak terkait untuk menghormati hukum internasional, mengurangi ketegangan, menahan diri, dan mencegah insiden yang dapat membahayakan kehidupan warga Palestina dan Israel.

"Upaya serius harus dilakukan menuju dimulainya kembali negosiasi bermakna yang ditujukan untuk solusi dua negara berdasarkan perbatasan 1967 yang memenuhi kebutuhan keamanan Israel dan Palestina dan aspirasi Palestina untuk kenegaraan dan kedaulatan, mengakhiri pendudukan dan menyelesaikan semua masalah status akhir dalam rangka untuk mengakhiri konflik," tuturnya.

Adamson mengulangi sikap oposisi UE terhadap kebijakan dan tindakan pemukiman Israel, termasuk penghancuran, penyitaan, penggusuran dan pemindahan paksa.

"Pemukiman ilegal di bawah hukum internasional, merupakan hambatan bagi perdamaian dan mengancam membuat solusi dua negara mustahil," cetusnya.

Ia juga mengkritik provokasi lanjutan dan aksi kekerasan yang tidak dapat diterima oleh Hamas dan Jihad Islam Palestina, dengan mengatakan hal itu merupakan ancaman nyata dan terkait dengan masyarakat di Israel selatan yang harus membayar konsekuensinya.

Sambil mencatat bahwa status Yerusalem adalah masalah status terakhir, Adamson mengatakan bahwa jalan harus ditemukan melalui negosiasi untuk menyelesaikan status Yerusalem sebagai Ibu Kota masa depan kedua negara.
(ian)
Berita Terkait
Dewan Gereja Dunia Desak...
Dewan Gereja Dunia Desak Uni Eropa Beri Sanksi Israel
Senator Irlandia Serukan...
Senator Irlandia Serukan Sanksi terhadap Israel, Sebut Uni Eropa Munafik
Uni Eropa Tawarkan Bantuan...
Uni Eropa Tawarkan Bantuan untuk Pemilu Palestina
Uni Eropa Desak Israel...
Uni Eropa Desak Israel Fasilitasi Pemilu Palestina yang Ditunda
Spanyol Akan Akui Negara...
Spanyol Akan Akui Negara Palestina Meskipun Uni Eropa Tak Setuju
Ribuan Anggota Parlemen...
Ribuan Anggota Parlemen Negara Eropa Desak Israel Batalkan Rencana Aneksasi Tepi Barat
Berita Terkini
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
1 jam yang lalu
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
2 jam yang lalu
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
3 jam yang lalu
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
7 jam yang lalu
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
8 jam yang lalu
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
9 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Iran vs Israel, Siapa Lebih Unggul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved