Haley Sebut Negara-negara Islam Banyak Bicara Bela Palestina

Rabu, 25 Juli 2018 - 05:31 WIB
Haley Sebut Negara-negara...
Haley Sebut Negara-negara Islam Banyak Bicara Bela Palestina
A A A
NEW YORK - Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley, mengecam negara-negara Arab dan Islam karena hanya banyak berbicara tentang pembelaannya terhadap Palestina, namun pelit dalam hal finansial. Dia menyombongkan negaranya sebagai donor terbesar untuk pengungsi Palestina.

Beberapa negara yang terang-terangan dikecam diplomat Amerika ini di antaranya Mesir, Kuwait dan Uni Emirat Arab.

Haley juga mencatat negara-negara Islam lainnya yang memberi sedikit atau bahkan tidak menyumbangkan dananya untuk Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA), yang selama ini membantu para pengungsi Palestina.

Menurutnya, Washington justru donor terbesar UNRWA, meski nilainya pada tahun ini dipangkas menjadi USD60 juta dari sebelumnya USD365 juta.

"Tidak ada kelompok negara yang lebih murah hati dengan kata-kata mereka daripada tetangga Arab Palestina, dan negara-negara anggota OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) lainnya," kata Haley pada pertemuan Dewan Keamanan PBB pada Selasa waktu New York, seperti dikutip Reuters, Rabu (25/7/2018).

"Tetapi semua kata yang diucapkan di sini, di New York, tidak memberi makan, pakaian, atau mendidik satu anak Palestina. Yang mereka lakukan adalah membuat komunitas internasional gusar," katanya.

Dia juga mengecam China dan Rusia karena bicara besar tentang perjuangan untuk Palestina. Namun, kata dia, kedua negara hanya menyediakan masing-masing USD350.000 dan USD2 juta untuk UNRWA pada tahun 2017.

"Sudah waktunya bagi negara-negara, khususnya regional, untuk meningkatkan dan benar-benar membantu rakyat Palestina, daripada hanya membuat pidato ribuan mil jauhnya," kata Haley.

Presiden AS Donald Trump telah menahan bantuan UNRWA setelah dia mempertanyakan nilainya dan menghendaki Palestina untuk setuju memperbarui pembicaraan damai dengan Israel.

Saat ini, ada perpecahan yang menganga antara Washington dan pemimpin Palestina sejak Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada bulan Desember lalu. Kerenggangan itu semakin melebar ketika AS nekat memindahkan Kedutaan Besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Haley menambahkan jika negara-negara Arab benar-benar peduli, maka mereka akan memberitahu para pemimpin Palestina "betapa bodohnya mereka karena mengutuk proposal perdamaian yang belum mereka lihat".
(mas)
Berita Terkait
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
Gerakan Pro-Palestina...
Gerakan Pro-Palestina Meletus di Kampus-kampus Amerika Serikat
Palestina: Liga Arab...
Palestina: Liga Arab dan OKI Dibubarkan, Tak Akan Pernah Bertemu
DPR Minta Indonesia...
DPR Minta Indonesia Inisiasi KTT Luar Biasa OKI Sikapi Serangan Israel ke Palestina
3 Alasan Donald Trump...
3 Alasan Donald Trump Mengusir Para Simpatisan Palestina dari Amerika Serikat
Berita Terkini
Diejek Habis-habisan,...
Diejek Habis-habisan, Trump akan Ganti Biaya Kargo Selat Hormuz 20% dengan Kesepakatan Investasi untuk Negara-negara Teluk
15 menit yang lalu
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
1 jam yang lalu
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
2 jam yang lalu
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
5 jam yang lalu
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
6 jam yang lalu
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
9 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved