Korban Penembakan Massal Toronto Jadi 14 Orang, 1 Tewas
Senin, 23 Juli 2018 - 16:46 WIB
Korban Penembakan Massal Toronto Jadi 14 Orang, 1 Tewas
A
A
A
TORONTO - Jumlah korban penembakan massal di kawasan Greektown, Toronto, Kanada bertambah menjadi 14 orang, termasuk satu di antaranya tewas. Pelaku penembakan juga tewas dalam baku tembak dengan polisi.
Pihak berwenang mengatakan terlalu dini untuk menyimpulkan apakah penembakan massal ini terkait dengan terorisme atau tidak. Penembakan massal ini mulai terjadi sekitar pukul 22.00 malam pada hari Minggu waktu setempat atau Senin (23/7/2018) WIB.Awalnya, polisi menyatakan ada sembilan orang yang ditembak. Namun, berselang beberapa jam, korbannya bertambaj.
"Selain penembak, kami memiliki seorang wanita muda yang sudah meninggal," kata Kepala Polisi Toronto Mark Saunders.Baca juga: Pria Bersenjata Tembak 9 Orang di Toronto, Termasuk Gadis Cilik
Kondisi 13 korban penembakan lainnnya belum diungkap polisi. Namun, salah satu dari mereka, yakni gadis cilik berusia 9 tahun diketahui berada dalam kondisi kritis. Belasan korban penembakan saat ini masih dirawat di rumah sakit.
Penembakan terjadi di dekat restoran Christina. Para saksi mengaku mendengar puluhan tembakan.
John Tulloch, salah satu saksi mata, mengatakan dia dan saudaranya baru saja keluar dari mobil mereka di Danforth. Saat itulah, dia mendengar sekitar 20 hingga 30 tembakan.
"Kami baru saja berlari. Kami melihat orang-orang mulai berlari, jadi kami lari saja," katanya, dikutip AP.
Paula Fletcher, seorang anggota dewan Toronto, mengatakan kepada CP24 bahwa dia mendengar pria bersenjata yang melakukan penembakan massal sedang terganggu secara emosional.
"Itu tidak terkait dengan geng. Sepertinya seseorang yang sangat terganggu," kata Fletcher. Anggota dewan lainnya, Mary Fragedakis membenarkan argumen rekannya.
Fletcher mengatakan penembakan terjadi di kawasan, di mana keluarga sedang berkumpul untuk makan malam. Dia menganggap penembakan massal ini sebuah tragedi.
Pihak berwenang mengatakan terlalu dini untuk menyimpulkan apakah penembakan massal ini terkait dengan terorisme atau tidak. Penembakan massal ini mulai terjadi sekitar pukul 22.00 malam pada hari Minggu waktu setempat atau Senin (23/7/2018) WIB.Awalnya, polisi menyatakan ada sembilan orang yang ditembak. Namun, berselang beberapa jam, korbannya bertambaj.
"Selain penembak, kami memiliki seorang wanita muda yang sudah meninggal," kata Kepala Polisi Toronto Mark Saunders.Baca juga: Pria Bersenjata Tembak 9 Orang di Toronto, Termasuk Gadis Cilik
Kondisi 13 korban penembakan lainnnya belum diungkap polisi. Namun, salah satu dari mereka, yakni gadis cilik berusia 9 tahun diketahui berada dalam kondisi kritis. Belasan korban penembakan saat ini masih dirawat di rumah sakit.
Penembakan terjadi di dekat restoran Christina. Para saksi mengaku mendengar puluhan tembakan.
John Tulloch, salah satu saksi mata, mengatakan dia dan saudaranya baru saja keluar dari mobil mereka di Danforth. Saat itulah, dia mendengar sekitar 20 hingga 30 tembakan.
"Kami baru saja berlari. Kami melihat orang-orang mulai berlari, jadi kami lari saja," katanya, dikutip AP.
Paula Fletcher, seorang anggota dewan Toronto, mengatakan kepada CP24 bahwa dia mendengar pria bersenjata yang melakukan penembakan massal sedang terganggu secara emosional.
"Itu tidak terkait dengan geng. Sepertinya seseorang yang sangat terganggu," kata Fletcher. Anggota dewan lainnya, Mary Fragedakis membenarkan argumen rekannya.
Fletcher mengatakan penembakan terjadi di kawasan, di mana keluarga sedang berkumpul untuk makan malam. Dia menganggap penembakan massal ini sebuah tragedi.
(mas)