Pompeo Pastikan Korut Akan Serahkan Jasad Tentara AS
Kamis, 19 Juli 2018 - 00:55 WIB
Pompeo Pastikan Korut Akan Serahkan Jasad Tentara AS
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) akan menerima jasad tentaranya dalam beberapa minggu mendatang dari Korea Utara (Korut). Hal itu dipastikan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.
Pemulangan jasad tentara yang tewas dalam Perang Korea 1950-53 adalah salah satu kesepakatan yang dicapai selama pertemuan puncak pada 12 Juni lalu antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un di Singapura.
Dikutip dari Reuters, Kamis (19/7/2018), Pompeo mengungkapkan akan melakukan pembicaraan setelah mengunjungi Pyongyang bulan ini. Kala itu, Pompeo menyebut kedua belah pihak menunjukkan kemajuan dalam sebuah isu kunci meskipun Korut menuduh delegasinya membuat permintaan seperti gangster terkait denuklirisasi.
Baca: Tuntut Denuklirisasi, Korut Sebut AS Seperti Gangster
Kantor berita Korea Selatan (Korsel), Yonhap melaporkan, para pejabat AS dan Korut telah bertemu di perbatasan antar-Korea pada hari Minggu lalu untuk membahas pemulangan jenazah tentara Amerika.
Baca: AS-Korut Bertemu Bahas Pemulangan Jasad Tentara AS
Pompeo awalnya mengatakan kedua belah pihak telah sepakat untuk mengadakan pembicaraan tentang pemulangan jasad tentara AS pada hari Kamis tetapi tidak ada perwakilan Korea Utara yang muncul di perbatasan.
Baca: Korut Absen Pertemuan untuk Bahas Pemulangan Jasad Tentara AS
Nasib pemulangan sisa-sisa ratusan jasad pasukan AS dari Korea Utara menjadi telah menjadi masalah lawas antara kedua negara, sejak Perang Korea dihentikan oleh gencatan senjata pada tahun 1953. Menurut Departemen Pertahanan AS, hampir 8.000 pasukan Amerika yang mengambil bagian dalam perang masih belum diketahui nasibnya.
Menurut Stars and Stripes, tim pencari gabungan AS-Korea Utara dapat memulihkan sisa-sisa dari 229 jasad tentara AS dari tahun 1996 hingga 2005. Administrasi Presiden AS era George W Bush membatalkan pencarian pada 2005 karena kekhawatiran bahwa keselamatan warga Amerika di negara komunis itu tidak bisa dijamin lagi.
Pemulangan jasad tentara yang tewas dalam Perang Korea 1950-53 adalah salah satu kesepakatan yang dicapai selama pertemuan puncak pada 12 Juni lalu antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un di Singapura.
Dikutip dari Reuters, Kamis (19/7/2018), Pompeo mengungkapkan akan melakukan pembicaraan setelah mengunjungi Pyongyang bulan ini. Kala itu, Pompeo menyebut kedua belah pihak menunjukkan kemajuan dalam sebuah isu kunci meskipun Korut menuduh delegasinya membuat permintaan seperti gangster terkait denuklirisasi.
Baca: Tuntut Denuklirisasi, Korut Sebut AS Seperti Gangster
Kantor berita Korea Selatan (Korsel), Yonhap melaporkan, para pejabat AS dan Korut telah bertemu di perbatasan antar-Korea pada hari Minggu lalu untuk membahas pemulangan jenazah tentara Amerika.
Baca: AS-Korut Bertemu Bahas Pemulangan Jasad Tentara AS
Pompeo awalnya mengatakan kedua belah pihak telah sepakat untuk mengadakan pembicaraan tentang pemulangan jasad tentara AS pada hari Kamis tetapi tidak ada perwakilan Korea Utara yang muncul di perbatasan.
Baca: Korut Absen Pertemuan untuk Bahas Pemulangan Jasad Tentara AS
Nasib pemulangan sisa-sisa ratusan jasad pasukan AS dari Korea Utara menjadi telah menjadi masalah lawas antara kedua negara, sejak Perang Korea dihentikan oleh gencatan senjata pada tahun 1953. Menurut Departemen Pertahanan AS, hampir 8.000 pasukan Amerika yang mengambil bagian dalam perang masih belum diketahui nasibnya.
Menurut Stars and Stripes, tim pencari gabungan AS-Korea Utara dapat memulihkan sisa-sisa dari 229 jasad tentara AS dari tahun 1996 hingga 2005. Administrasi Presiden AS era George W Bush membatalkan pencarian pada 2005 karena kekhawatiran bahwa keselamatan warga Amerika di negara komunis itu tidak bisa dijamin lagi.
(ian)