Armada Kapal Induk AS Siap Latihan Perang Besar-besaran di Ukraina

Minggu, 15 Juli 2018 - 04:37 WIB
Armada Kapal Induk AS...
Armada Kapal Induk AS Siap Latihan Perang Besar-besaran di Ukraina
A A A
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) dan 18 negara lain akan melakukan latihan perang besar-besaran di perairan Ukraina di dekat Semenanjung Crimea, Senin (16/7/2018) besok. Washington telah mengerahkan armada kapal induk keenamnya untuk bermanuver.

Latihan perang bertajuk "Sea Breeze 2018" ini melibatkan 30 kapal militer, puluhan pesawat jet tempur dan sekitar 3.000 tentara dari 19 negara.

Kekuatan armada kapal induk USS Mount Whitney dilengkapi beberapa kapal perang termasuk kapal USS Porter serta pesawat mata-mata P-8A Poseidon.

"Latihan ini berusaha untuk membangun kemampuan dan kapasitas gabungan untuk memastikan keamanan regional dan menumbuhkan kepercayaan di antara negara-negara yang berpartisipasi,” kata Pentagon dalam sebuah pernyataan.

Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan bahwa latihan perang Senin besok adalah "tanggapan kami secara bersama-sama melawan ideolog, penyelenggara dan sponsor dari perang hibrida."

Hanya sedikit informasi yang bisa diketahui tentang skenario latihan perang Sea Breeze 2018. Menurut keterangan pers dari Pentagon, latihan perang besar-besaran di perairan Ukraina mencakup beberapa bidang pelatihan termasuk pertahanan maritim, pertahanan udara, peperangan anti-kapal selam, taktik pengendalian kerusakan, operasi pencarian dan penyelamatan, dan peperangan amfibi.

Latihan perang 19 negara dimulai di pelabuhan Odessa dan akan berlangsung hingga 21 Juli mendatang.

Sekadar diketahui, kapal induk USS Mount Whitney merupakan sebuah kapal komando Blue Ridge-class yang memantau invasi di Afghanistan tahun 2001. Kapal itu juga pernah dikerahkan untuk membantu pasukan Georgia selama perang tahun 2008 di Ossetia Selatan.

Menurut laporan Stars and Stripes, lokasi latihan perang Sea Breeze 2018 hanya berjarak 169 km (100 mil) dari perbatasan Crimea. Pasukan 19 negara akan mengasah serangan siang hari dan keterampilan penyergapan malam hari mereka sebagai bagian dari pertempuran darat.

Seperti diketahui, melalui referendum tahun 2014 Crimea memisahkan diri dari Ukraina, yang kemudian bergabung dengan Rusia. Ukraina dan negara-negara Barat tak pernah mengakui referendum dan aneksasi Rusia terhadap Crimea.

Latihan perang Sea Breeze tahun lalu digelar di pantai Odessa dan melibatkan sebanyak 31 kapal, 29 pesawat terbang, dan lebih dari 3.000 tentara.
(mas)
Berita Terkait
Rusia: Krisis Ukraina...
Rusia: Krisis Ukraina akibat Tujuan Kebijakan Amerika Serikat
4 Senjata Ukraina yang...
4 Senjata Ukraina yang Dipasok oleh Amerika Serikat
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Rusia: Dunia yang Berpusat...
Rusia: Dunia yang Berpusat pada Amerika Serikat Segera Berakhir
Survei: Warga Amerika...
Survei: Warga Amerika Serikat Makin Ragu Dukung Ukraina
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
2 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
3 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
4 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
5 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
6 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
7 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved