Makanan Mumi Es Berusia 5.300 Tahun Bikin 41 Ilmuwan Bingung

Sabtu, 14 Juli 2018 - 06:38 WIB
Makanan Mumi Es Berusia...
Makanan Mumi Es Berusia 5.300 Tahun Bikin 41 Ilmuwan Bingung
A A A
SYDNEY - Sebanyak 41 ilmuwan dari seluruh dunia dibuat bingung dengan makanan terakhir yang masuk perut mumi es berusia 5.300 tahun. Mumi itu ditemukan di Pegunungan Alpen di Italia tahun 1991.

Mumi es itu dikenal dengan nama Otzi. Para ilmuwan terkejut dengan lemak tinggi di perut Otzi ketika ditemukan pertama kali. Namun, arteri mumi tersebut mengeras yang biasanya akibat dari diet lemak.

Puluhan ilmuwan tersebut menganalisis potongan makanan padat yang "diawetkan" dengan baik di perut mumi tersebut. Dalam penelitian mereka diketahui bahwa makanan terakhir Otzi yang mengandung lemak tinggi adalah rusa merah dan ibex (sejenis kambing liar) berada di perutnya bersama dengan gandum einkorn dan sejenis pakis beracun.

Hampir separuh isi perutnya yang gemuk didominasi ibex. Daging ibex kemungkinan dimakan setelah dipanggang karena ada partikel-partikel arang di perut mumi es tersebut.

Temuan makanan lemak tinggi di perut mumi itu wajar karena dia tinggal di lingkungan yang dingin, di mana makanan berlemak tinggi akan menjadi sumber kalori ekstra yang berharga untuk membantunya bertahan hidup.

Namun, yang lebih membingungkan lagi adalah keberadaan pakis beracun, yang diduga oleh para ilmuwan digunakan Otzi untuk membungkus makanan untuk disantap. Kemungkinan lain adalah dijadikan obat herbal untuk membantu meringankan nyeri perut yang mungkin disebabkan oleh parasit di ususnya.

Philip Doble, seorang profesor kimia di University of Technology Sydney, adalah salah satu ilmuwan yang menganalisis isi perut Otzi dan menemukan jejak zat besi, kalsium, seng, magnesium dan natrium bersama dengan mangan dan tembaga.

Satu gram isi perut dikirim kepadanya di Sydney dari Museum Arkeologi Tyrol Selatan di Italia, di mana Otzi tinggal dalam keadaan beku. Tes sebelumnya pada sisa-sisa tubuh Otzi mengungkapkan dia berusia 45 tahun saat dia dibunuh, dengan anak panah menembus kepala hingga bahu kiri yang menyebabkan dia mati kehabisan darah.

Ketika dia meninggal, perutnya penuh dengan makanan, yang berarti dia kemungkinan menyantap makanan sesaat setelah dia diserang atau sedang makan ketika serangan panah terjadi.

Profesor Doble mengatakan bahwa penelitian tentang perut Otzi memberikan gambaran langka tentang pola makan sehari-hari orang-orang selama "Zaman Tembaga", masa ketika manusia berpindah dari pemburu-pengumpul menjadi petani.

Makanan terakhirnya seimbang dengan tidak ada bukti logam berat, yang menunjukkan bahwa dia hidup di lingkungan murni pada saat orang Eropa mulai mengekstrak logam dari batu untuk membuat peralatan.

"Mungkin dietnya menunjukkan bahwa orang-orang mulai memiliki lebih banyak waktu luang tersebut," kata Doble kepada AAP, yang dikutip Sabtu (14/7/2018).

“Tidak harus mengumpulkan makanan yang memberi Anda kesempatan untuk melakukan hal-hal lain seperti belajar membuat logam, membangun rumah, seni dan budaya, dan lainnya."

“Jadi ini memiliki berbagai implikasi untuk permulaan peradaban. Itulah mengapa sangat menarik karena memberi Anda jendela ke masa lalu," ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
UE Blokir Ekspor Vaksin...
UE Blokir Ekspor Vaksin COVID-19 AstraZeneca ke Australia
Masuk Top 100 Perusahaan...
Masuk Top 100 Perusahaan di Australia Selatan, Pendapatan Produsen Pasta Ini Capai Rp4,7 T
Hasil Australia Open...
Hasil Australia Open 2022: Singkirkan Monfils, Matteo Berrettini Jadi Italia Pertama ke Semifinal
DeepSeek Diblokir di...
DeepSeek Diblokir di AS, Italia, Australia: Senjata AI China yang Bikin Gerah?
DeepSeek AI China Diblokir...
DeepSeek AI China Diblokir di Amerika Serikat, Italia, Australia
Anthony Albanese, Tokoh...
Anthony Albanese, Tokoh Kelas Pekerja yang Jadi PM Australia Terpilih
Berita Terkini
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
2 jam yang lalu
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
3 jam yang lalu
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
4 jam yang lalu
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
5 jam yang lalu
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
9 jam yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
10 jam yang lalu
Infografis
Biaya Penyelenggaraan...
Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2026 per Embarkasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved