Gua Lokasi Terperangkapnya Tim Sepak Bola Thailand Bakal Jadi Museum
Jum'at, 13 Juli 2018 - 10:18 WIB
Gua Lokasi Terperangkapnya Tim Sepak Bola Thailand Bakal Jadi Museum
A
A
A
BANGKOK - Kompleks gua di Thailand yang menjadi lokasi terperangkapnya 12 anak laki-laki dan pelatih sepak bola mereka selama lebih dari dua minggu akan diubah menjadi museum. Ini dilakukan untuk mengingat operasi penyelamatan dramatis terhadap anak-anak tersebut.
Upaya untuk memperoleh hak film atas insiden tersebut juga telah dimulai. Sejumlah personil industri film AS tiba di lokasi pada hari terakhir misi penyelamatan yang berakhir pada hari Selasa lalu.
Nasib anak-anak itu menarik perhatian global dan para pejabat Thailand tampaknya tertarik untuk memanfaatkan ini.
"Daerah ini akan menjadi museum hidup, untuk menunjukkan bagaimana operasi dilangsungkan," ujar kepala misi penyelamatan, Narongsak Osottanakorn, pada konferensi pers.
"Database interaktif akan diatur. Ini akan menjadi daya tarik utama bagi Thailand," imbuhnya seperti dikutip dari Independent, Jumat (13/7/2018).
Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-ocha, bersikeras bahwa tindakan pencegahan keselamatan perlu dilaksanakan sebelum setiap anggota masyarakat dapat mengakses daerah tersebut, namun, menyatakan bahwa gua itu berbahaya.
Wakil kepala taman nasional Thailand, Chongklai Woraponsathron, mengatakan: "Dalam situasi krisis ini, hari ini, saya tidak ingin berbicara tentang pekerjaan, tetapi saya pikir orang-orang Thailand, kita beruntung bahwa kita akan memiliki daya tarik turis kelas dunia."
Otoritas Pariwisata Thailand juga mengatakan berencana untuk mempromosikan gua Tham Luang sebagai objek wisata setelah menjadi berita utama di seluruh dunia.
Produser Hollywood yang hadir pada hari terakhir operasi penyelamatan berencana untuk mengubah insiden mengerikan tersebut menjadi film blockbuster.
Michael Scott, managing parter dari film Pure Flix, mengatakan: "Saya melihat ini sebagai film besar Hollywood dengan bintang-bintang A-list."
Scott dan co-producer Adam Smith dilaporkan merencanakan untuk melakukan wawancara dengan tokoh-tokoh kunci yang terlibat operasi penyelamatan, termasuk para korban dan keluarga mereka.
Anak-anak itu hilang saat bertamasya di provinsi terpencil di utara Chiang Rai.
Sebuah operasi penyelamatan yang rumit dan berbahaya, yang berlangsung selama delapan hari, berakhir pada hari Selasa setelah sebuah tim penyelam menyelamatkan anak-anak dan pelatih mereka dari gua Tham Luang yang banjir.
Misi penyelamatan ini menyebabkan kematian penyelam Angkatan Laut Thailand, Saman Gunan.
Upaya untuk memperoleh hak film atas insiden tersebut juga telah dimulai. Sejumlah personil industri film AS tiba di lokasi pada hari terakhir misi penyelamatan yang berakhir pada hari Selasa lalu.
Nasib anak-anak itu menarik perhatian global dan para pejabat Thailand tampaknya tertarik untuk memanfaatkan ini.
"Daerah ini akan menjadi museum hidup, untuk menunjukkan bagaimana operasi dilangsungkan," ujar kepala misi penyelamatan, Narongsak Osottanakorn, pada konferensi pers.
"Database interaktif akan diatur. Ini akan menjadi daya tarik utama bagi Thailand," imbuhnya seperti dikutip dari Independent, Jumat (13/7/2018).
Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-ocha, bersikeras bahwa tindakan pencegahan keselamatan perlu dilaksanakan sebelum setiap anggota masyarakat dapat mengakses daerah tersebut, namun, menyatakan bahwa gua itu berbahaya.
Wakil kepala taman nasional Thailand, Chongklai Woraponsathron, mengatakan: "Dalam situasi krisis ini, hari ini, saya tidak ingin berbicara tentang pekerjaan, tetapi saya pikir orang-orang Thailand, kita beruntung bahwa kita akan memiliki daya tarik turis kelas dunia."
Otoritas Pariwisata Thailand juga mengatakan berencana untuk mempromosikan gua Tham Luang sebagai objek wisata setelah menjadi berita utama di seluruh dunia.
Produser Hollywood yang hadir pada hari terakhir operasi penyelamatan berencana untuk mengubah insiden mengerikan tersebut menjadi film blockbuster.
Michael Scott, managing parter dari film Pure Flix, mengatakan: "Saya melihat ini sebagai film besar Hollywood dengan bintang-bintang A-list."
Scott dan co-producer Adam Smith dilaporkan merencanakan untuk melakukan wawancara dengan tokoh-tokoh kunci yang terlibat operasi penyelamatan, termasuk para korban dan keluarga mereka.
Anak-anak itu hilang saat bertamasya di provinsi terpencil di utara Chiang Rai.
Sebuah operasi penyelamatan yang rumit dan berbahaya, yang berlangsung selama delapan hari, berakhir pada hari Selasa setelah sebuah tim penyelam menyelamatkan anak-anak dan pelatih mereka dari gua Tham Luang yang banjir.
Misi penyelamatan ini menyebabkan kematian penyelam Angkatan Laut Thailand, Saman Gunan.
(ian)