China Diam-diam Lakukan Tes Perangkat Perang Elektronik di LCS

Selasa, 10 Juli 2018 - 10:40 WIB
China Diam-diam Lakukan...
China Diam-diam Lakukan Tes Perangkat Perang Elektronik di LCS
A A A
WASHINGTON - China secara diam-diam menguji aset peperangan elektroniknya yang baru-baru ini dipasang di pos terdepan di Laut China Selatan (LCS). Hal itu dikatakan oleh sebuah sumber yang telah melihat laporan intelijen Amerika Serikat (AS).

"Pengkajian intelijen, yang dikuratori kurang dari sebulan lalu, mengatakan ini adalah penggunaan peralatan pertama yang diketahui sejak penempatannya awal tahun ini ke pos-pos terdepan di Kepulauan Spratly," kata sumber, yang berbicara dengan kondisi anonimitas, seperti dikutip dari CNBC, Selasa (10/7/2018).

Langkah ini memungkinkan Beijing untuk memproyeksikan lebih lanjut kekuatannya di perairan yang dipermasalahkan tersebut. Penempatan aset peperangan elektronik, yang dirancang untuk membingungkan atau melumpuhkan sistem komunikasi dan radar, muncul di tengah-tengah instalasi rudal jelajah anti-kapal dan sistem rudal permukaan ke udara di tiga pos terdepan di perairan Laut Cina Selatan yang diperebutkan.

Sistem pertahanan pantai yang baru, ditambah dengan peralatan perang elektronik, merupakan tambahan yang signifikan terhadap portofolio militer Beijing di salah satu wilayah yang paling diperebutkan di dunia.

Laporan ini muncul setelah seorang pilot Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengatakan kepada GMA News bahwa mereka melihat peralatan jamming milik China, EA-18G, saat melakukan perjalanan melalui Laut China Selatan pada bulan April lalu.

"Fakta bahwa beberapa peralatan Anda tidak berfungsi sudah merupakan indikasi bahwa seseorang sedang mencoba untuk menjatuhkan Anda," kata pilot itu kepada GMA News pada 14 April lalu.

"Kami memiliki jawaban untuk itu," imbuhnya seperti dikutip dari Sputnik.

Growler adalah varian alat perang elektronik berbasis-carrier dari F/A-18 Super Hornet.

Seiring dengan laporan soal jammers tersebut, Wall Street Journal pada tanggal 9 April melaporkan bahwa China juga telah mengirimkan rudal jelajah darat ke udara dan anti-kapal ke sejumlah pulau.

Seorang juru bicara Pentagon menolak berkomentar tentang masalah intelijen.

Laut Cina Selatan, yang merupakan rumah bagi lebih dari 200 bintik tanah, berfungsi sebagai pintu gerbang ke rute laut global di mana sekitar USD3,4 triliun perdagangan lewat setiap tahun.

Banyak klaim kedaulatan yang tumpang tindih atas pulau-pulau, terumbu karang dan bebatuan - banyak yang hilang di bawah air pasang - telah mengubah perairan menjadi sebuah kamp bersenjata. Beijing menguasai bagian terbesar dari fitur-fitur ini dengan sekitar 27 pos terhampar di seluruh penjuru.

Spratly, yang diklaim oleh enam negara, terletak kira-kira dua pertiga arah timur dari Vietnam selatan ke Filipina selatan.

Di utara Kepulauan Spratly terdapat Paracels, di mana Beijing memiliki 20 pos terdepan termasuk Woody Island, yang berfungsi sebagai kantor pusat administrasi dan militer China di Laut Cina Selatan.

Pulau Woody memiliki landasan udara, helipad, 20 hangar untuk pesawat tempur, jet tempur J-10 dan J-11, rudal permukaan-ke-udara HQ-9, dan rudal jelajah anti-kapal.

Sementara itu, Cina mempertahankan bahwa pembangunan pulau di pos-pos strategis di Laut Cina Selatan adalah untuk fungsi nonmiliter. Namun peralatan jamming dan sistem rudal tampaknya tidak memiliki tujuan selain untuk kepentingan militer.
(ian)
Berita Terkait
Duterte: Konflik dengan...
Duterte: Konflik dengan China Pasti Berujung Pertumpahan Darah
Menlu Filipina kepada...
Menlu Filipina kepada China: Keluar dari Laut China Selatan!
Klaim China Terhadap...
Klaim China Terhadap Fitur di Laut China Selatan Bisa Picu Serangan Balasan
Gentayangan di LCS,...
Gentayangan di LCS, China Sebut Pesawat Intai Australia Ancam Kedaulatan
Menhan Filipina: Beijing...
Menhan Filipina: Beijing Ingin Caplok Lebih Banyak Wilayah di Laut China Selatan
Bersitegang dengan China,...
Bersitegang dengan China, Filipina Bangun Stasiun Pemantau di LCS
Berita Terkini
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
14 menit yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
53 menit yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
1 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
2 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
2 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved