Zakir Naik Tak Diusir, Malaysia-India Punya Kesepakatan Rahasia?

Senin, 09 Juli 2018 - 17:34 WIB
Zakir Naik Tak Diusir,...
Zakir Naik Tak Diusir, Malaysia-India Punya Kesepakatan Rahasia?
A A A
PUTRAJAYA - Pemerintah Perdana Menteri Mahathir Mohamad tidak mengusir atau mendeportasi ulama kontroversial asal India, Zakir Naik, meski pihak berwenang New Delhi memburunya. Kebijakan pemerintah Mahathir ini memicu kecurigaan bahwa Malaysia dan India memiliki kesepakatan rahasia.

Kecurigaan ini disampaikan pemimpin Partai Aksi Demokratis (DAP) Ramasamy Palanisamy. Politisi ini bingung, mengapa pemerintah Mahathir melindungi Zakir yang telah dikenai tuduhan terorisme dan pencucian uang oleh otoritas India.

"Mengapa India menyeret kakinya dalam mengekstradisi dia ketika mantan komisaris tinggi India (TS Trimurti) mengatakan kepada saya proses untuk melakukannya sedang berlangsung?," tanya Ramasamy, yang juga wakil kepala menteri Penang II, yang dikutip Free Malaysia Today, Senin (9/7/2018).Baca: Mahathir Didesak Usir Ulama Zakir Naik dari Malaysia
PM Mahathir pada pekan lalu telah menegaskan bahwa Zakir Naik tidak akan diserahkan kepada otoritas India karena penceramah itu telah diberikan status penduduk tetap Malaysia. "Selama dia tidak menciptakan masalah, kami tidak akan mendeportasinya karena dia memiliki status PR (penduduk tetap)," kata Mahathir.

Media India sebelumnya berspekulasi bahwa Zakir Naik akan dideportasi, tetapi pengacaranya membantahnya.

Ramasamy mengatakan keputusan untuk tidak mendeportasi Zakir Naik sangat mengejutkan.

“Saya bingung. Apa yang sedang terjadi? Kecuali apakah ada kesepakatan rahasia antara India dan Malaysia untuk membatalkan ekstradisi ini?," ujar Ramasamy.

Dia juga mendesak pemerintah Mahathir untuk mengungkapkan bagaimana proses pemberian status penduduk tetap untuk Zakir bisa berlangsung cepat. Padahal, pelamar lain harus menunggu bertahun-tahun bahkan beberapa dekade.

Zakir, seperti diberitakan media Malaysia, telah Naik bertemu Mahathir pada hari Sabtu pekan lalu. Dia menuduh media di India melakukan kampanye fitnah selama dua tahun terakhir terhadap dirinya.

"Sebagian besar artikel yang diterbitkan terhadap saya akan terbukti tidak memiliki dasar dan itu salah," katanya dalam pesan video di halaman Facebook-nya.
(mas)
Berita Terkait
5 Negara yang Melarang...
5 Negara yang Melarang Zakir Naik Ceramah di Negaranya
Malaysia Deteksi Kasus...
Malaysia Deteksi Kasus Pertama Varian Covid-19 India
Beda Rusia dengan China,...
Beda Rusia dengan China, India Tolak Malaysia Gabung BRICS
Kasus Covid-19 Melonjak...
Kasus Covid-19 Melonjak Tajam, Malaysia Pulangkan Warganya dari India
Roket Ariane 5 Luncurkan...
Roket Ariane 5 Luncurkan 2 Satelit Komunikasi Milik Malaysia dan India dari Guyana
India Tawarkan 18 Jet...
India Tawarkan 18 Jet Tempur Tejas ke Malaysia
Berita Terkini
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
35 menit yang lalu
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
1 jam yang lalu
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
2 jam yang lalu
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
3 jam yang lalu
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
4 jam yang lalu
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
5 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved