Erdogan Dilantik Jadi Presiden, Sebut Turki Masuki Era Baru

Senin, 09 Juli 2018 - 15:20 WIB
Erdogan Dilantik Jadi...
Erdogan Dilantik Jadi Presiden, Sebut Turki Masuki Era Baru
A A A
ANKARA - Recep Tayyip Erdogan dijadwalkan dilantik menjadi presiden Turki dengan kekuasaan penuh pada Senin (9/7/2018). Sehari menjelang pelantikan, dia menyatakan bahwa negara berpenduduk 80 juta orang itu telah memasuki "era baru".

Erdogan telah mendominasi politik Turki selama lebih dari 15 tahun, dengan mula-mula sebagai perdana menteri dan sejak 2014 sebagai presiden.

Dia terpilih kembali pada 24 Juni lalu dengan meraih 52,5 persen suara dalam pemilu. Pemilu yang membuat Erdogan berkuasa kembali ini merupakan pemilu bersejarah karena di bawah sistem baru, yakni presidensial sesuai amanat referendum tahun 2017.

Perubahan sistem pemerintahan dari parlementer menjadi presidensial akan memberi Erdogan kekuatan-kekuatan baru yang luas, termasuk di berkuasa atas peradilan dan leluasa mengeluarkan dekrit.

Kritik sejatinya telah bermunculan sejak sistem baru itu diberlakukan, di mana sistem itu akan mengubah Turki menjadi "rezim satu orang". Namun, Erdogan tak menghiraukan kritik tersebut.

Setelah resmi dilantik, Erdogan akan menjadi kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Sistem presidensial akan membuat jabatan perdana menteri dihilangkan dan parlemen secara otomatis akan kehilangan sebagian besar kekuasaannya.

"Turki memulai era baru dengan upacara (pengambilan) sumpah presiden," kata Erdogan pada Minggu kemarin, yang dikutip Radio Free Europe.

Dia mengatakan, pelantikannya akan dihadiri 22 presiden, 17 perdana menteri, wakil presiden, dan ketua parlemen dari seluruh dunia.

Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev menjadi salah satu pemimpin yang dijadwalkan akan hadir.

Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), partai berkuasa pendukung utama Erdogan juga memenangkan pemilu parlemen dengan meraih 42,5 persen suara. Dengan perolehan suara tersebut, AKP menguasai 344 kursi dari 600 kursi parlemen.

Masa jabatan presiden Erdogan adalah selama lima tahun, dan ada batasan dua periode untuk berkuasa. Dengan demikian, dia bisa tetap berkuasa hingga 2028.
(mas)
Berita Terkait
Mengapa Erdogan Menjadi...
Mengapa Erdogan Menjadi Pemimpin Terkuat di Dunia? Salah Satunya Mendorong Kebangkitan Islam
Bersama Istri, Presiden...
Bersama Istri, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Tiba di Bali
Murka Disebut Teroris,...
Murka Disebut Teroris, Erdogan Tuntut Politisi Anti Islam Belanda
Turki-Israel Sepakat...
Turki-Israel Sepakat Tingkatkan Hubungan
Protes Rektor yang Ditunjuk...
Protes Rektor yang Ditunjuk Erdogan, 159 Demonstran Ditahan
Erdogan Jadikan Peradilan...
Erdogan Jadikan Peradilan sebagai Alat untuk Memukul Lawan Politiknya
Berita Terkini
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
1 jam yang lalu
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
4 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
5 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
6 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
7 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
7 jam yang lalu
Infografis
Daftar 5 Kapolres Baru...
Daftar 5 Kapolres Baru Dilantik oleh Kapolda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved