Moskow: Tidak Mungkin Tentara Rusia-AS Bentrok di Suriah
Jum'at, 29 Juni 2018 - 16:25 WIB
Moskow: Tidak Mungkin Tentara Rusia-AS Bentrok di Suriah
A
A
A
MOSKOW - Konfrontasi antara tentara Rusia dan Amerika Serikat (AS) di Suriah tidak mungkin. Moskow dan Washington telah mengoordinasikan kegiatana di Suriah melalui saluran komunikasi yang dapat meredam konflik.
Hal itu ditegaskan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Vershinin.
"Bentrokan, konfrontasi langsung tidak mungkin, itu tidak mungkin, sebaliknya, kami mengundang semua orang untuk berkoordinasi dalam perang melawan teroris," ucap Sergei Vershinin kepada wartawan seperti disitir dari Sputnik, Jumat (29/6/2018).
Diplomat itu menjelaskan bahwa Rusia memiliki saluran yang sangat baik dan aman yang tidak bertentangan dengan Amerika Serikat.
"Kami bekerja sama dan mengkoordinasikan tindakan dengan mereka, termasuk melalui pusat (pemantauan) di Amman tempat kami bertukar informasi tentang barat daya Suriah," terang Vershinin.
Rusia, bersama Iran dan Turki, tetap menjadi penjamin rezim gencatan senjata di Suriah.
Moskow juga telah membantu Damaskus baik melalui mendukung perjuangan melawan kelompok-kelompok teroris dan memasok bantuan kemanusiaan kepada penduduk negara yang dilanda krisis.
Sementara itu, pemerintah Suriah telah meminta Washington untuk menarik pasukannya keluar dari Suriah, mengingat kehadiran mereka menjadi pelanggaran kedaulatan Suriah. Saat ini, sekitar 2.000 pasukan AS dikerahkan di Suriah.
Hal itu ditegaskan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Vershinin.
"Bentrokan, konfrontasi langsung tidak mungkin, itu tidak mungkin, sebaliknya, kami mengundang semua orang untuk berkoordinasi dalam perang melawan teroris," ucap Sergei Vershinin kepada wartawan seperti disitir dari Sputnik, Jumat (29/6/2018).
Diplomat itu menjelaskan bahwa Rusia memiliki saluran yang sangat baik dan aman yang tidak bertentangan dengan Amerika Serikat.
"Kami bekerja sama dan mengkoordinasikan tindakan dengan mereka, termasuk melalui pusat (pemantauan) di Amman tempat kami bertukar informasi tentang barat daya Suriah," terang Vershinin.
Rusia, bersama Iran dan Turki, tetap menjadi penjamin rezim gencatan senjata di Suriah.
Moskow juga telah membantu Damaskus baik melalui mendukung perjuangan melawan kelompok-kelompok teroris dan memasok bantuan kemanusiaan kepada penduduk negara yang dilanda krisis.
Sementara itu, pemerintah Suriah telah meminta Washington untuk menarik pasukannya keluar dari Suriah, mengingat kehadiran mereka menjadi pelanggaran kedaulatan Suriah. Saat ini, sekitar 2.000 pasukan AS dikerahkan di Suriah.
(ian)