Jadi Anggota ISIS, Identitas Mahasiswi Australia Boleh Diungkap
Kamis, 28 Juni 2018 - 02:14 WIB
Jadi Anggota ISIS, Identitas Mahasiswi Australia Boleh Diungkap
A
A
A
ADELAIDE - Seorang mahasiswi keperawatan di Adelaide, Australia, ditangkap atas tuduhan menjadi anggota kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Pengadilan mengizinkan identitas perempuan muda itu diungkap ke publik.
Zainab Abdirahaman-Khalif, 23, sejatinya berasal dari Somalia. Dia pindah ke Australia ketika berusia 14 tahun. Dia ditangkap atas tuduhan telah bersumpah setia kepada ISIS secara online.
Mahasiswa keperawatan itu ditangkap di kampus Port Adelaide TAFE oleh Polisi Federal Australia pada Mei tahun lalu. Namun, sejak penangkapan itu muncul perintah rahasia pengadilan untuk mencegah publikasi nama dan fotonya.
Zainab dituduh menyanyikan lagu propaganda ISIS di rumahnya dan bersumpah setia pada kelompok teroris yang dipimpin Abu Bakr al-Baghdadi.
Pada saat penangkapan, Asisten Komisaris Ian McCartney dari Polisi Federal Australia mengatakan, "ada aktivitas online dalam hal di mana dia terlibat dengan tersangka (teror) di seluruh dunia."
"Dia berasal dari Somalia, tapi kami tidak menargetkan ras. Kami menargetkan ideologi (dan) kami menargetkan kriminalitas," ujarnya, yang dilansir 9News, Kamis (28/6/2018).
Pengacara Zainab, Craig Caldicott, sebelumnya mempertanyakan bukti yang digunakan untuk menuduh kliennya.
Zainab mengaku tidak bersalah atas tuduhan secara sadar menjadi anggota organisasi teroris dan sekarang akan menghadapi persidangan di Mahkamah Agung.
Persidangan oleh hakim akan dimulai pada 13 Agustus mendatang dan diperkirakan akan berlangsung hingga enam minggu. Jika perempuan muda itu dinyatakan bersalah, dia akan menghadapi penjara hingga 10 tahun.
Zainab Abdirahaman-Khalif, 23, sejatinya berasal dari Somalia. Dia pindah ke Australia ketika berusia 14 tahun. Dia ditangkap atas tuduhan telah bersumpah setia kepada ISIS secara online.
Mahasiswa keperawatan itu ditangkap di kampus Port Adelaide TAFE oleh Polisi Federal Australia pada Mei tahun lalu. Namun, sejak penangkapan itu muncul perintah rahasia pengadilan untuk mencegah publikasi nama dan fotonya.
Zainab dituduh menyanyikan lagu propaganda ISIS di rumahnya dan bersumpah setia pada kelompok teroris yang dipimpin Abu Bakr al-Baghdadi.
Pada saat penangkapan, Asisten Komisaris Ian McCartney dari Polisi Federal Australia mengatakan, "ada aktivitas online dalam hal di mana dia terlibat dengan tersangka (teror) di seluruh dunia."
"Dia berasal dari Somalia, tapi kami tidak menargetkan ras. Kami menargetkan ideologi (dan) kami menargetkan kriminalitas," ujarnya, yang dilansir 9News, Kamis (28/6/2018).
Pengacara Zainab, Craig Caldicott, sebelumnya mempertanyakan bukti yang digunakan untuk menuduh kliennya.
Zainab mengaku tidak bersalah atas tuduhan secara sadar menjadi anggota organisasi teroris dan sekarang akan menghadapi persidangan di Mahkamah Agung.
Persidangan oleh hakim akan dimulai pada 13 Agustus mendatang dan diperkirakan akan berlangsung hingga enam minggu. Jika perempuan muda itu dinyatakan bersalah, dia akan menghadapi penjara hingga 10 tahun.
(mas)