Arab Dilaporkan Desak Abbas Terima Kesepakatan Damai Trump
Sabtu, 23 Juni 2018 - 19:00 WIB
Arab Dilaporkan Desak Abbas Terima Kesepakatan Damai Trump
A
A
A
YERUSALEM - Sejumlah negara Arab telah menekan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas agar dia menerima kesepakatan damai abad ini Donald Trump. Demikian laporan Quds Net News.
Sumber yang dekat dengan Abbas mengungkapkan bahwa Arab Saudi dan Yordania ada di antara mereka yang telah memberi lampu hijau untuk berbicara dengan pemerintah Amerika Serikat (AS) tentang kesepakatan itu, yang dikatakan akan mengakhiri konflik Israel-Palestina.
Sumber-sumber yang sama mengatakan kepada Quds Net News bahwa Abbas, yang mengklaim memboikot pemerintah AS atas kesepakatan itu, terkejut pada sikap negara-negara Arab. Ia menganggap ini sebagai intervensi dalam urusan internal Palestina setelah mereka menolak tindakan hukuman yang ia telah jatuhkan di Gaza.
Arab Saudi dikatakan telah menawarkan kepada Abbas uang yang dibutuhkan Otoritas Palestina untuk memperbaiki situasi kemanusiaan di Jalur Gaza sebagai imbalan baginya untuk menerima kesepakatan Trump seperti dikutip dari Middle East Monitor, Sabtu (23/6/2018).
Utusan Senior Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Jumat untuk membahas prospek perdamaian Israel-Palestina.
Washington mengatakan pihaknya memiliki rencana perdamaian yang bisa segera dirilis. Perundingan Israel-Palestina terhenti pada 2014 karena perselisihan yang diperdalam dengan pertumpahan darah di Gaza dan pengakuan AS atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
Penasihat Trump Jared Kushner, utusan Timur Tengah Jason Greenblatt dan Duta Besar AS untuk Israel David Friedman mengadakan pertemuan empat jam dengan Netanyahu di Yerusalem, kata para ajudan Israel. Utusan Israel untuk Washington, Ron Dermer, juga hadir.
Sumber yang dekat dengan Abbas mengungkapkan bahwa Arab Saudi dan Yordania ada di antara mereka yang telah memberi lampu hijau untuk berbicara dengan pemerintah Amerika Serikat (AS) tentang kesepakatan itu, yang dikatakan akan mengakhiri konflik Israel-Palestina.
Sumber-sumber yang sama mengatakan kepada Quds Net News bahwa Abbas, yang mengklaim memboikot pemerintah AS atas kesepakatan itu, terkejut pada sikap negara-negara Arab. Ia menganggap ini sebagai intervensi dalam urusan internal Palestina setelah mereka menolak tindakan hukuman yang ia telah jatuhkan di Gaza.
Arab Saudi dikatakan telah menawarkan kepada Abbas uang yang dibutuhkan Otoritas Palestina untuk memperbaiki situasi kemanusiaan di Jalur Gaza sebagai imbalan baginya untuk menerima kesepakatan Trump seperti dikutip dari Middle East Monitor, Sabtu (23/6/2018).
Utusan Senior Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Jumat untuk membahas prospek perdamaian Israel-Palestina.
Washington mengatakan pihaknya memiliki rencana perdamaian yang bisa segera dirilis. Perundingan Israel-Palestina terhenti pada 2014 karena perselisihan yang diperdalam dengan pertumpahan darah di Gaza dan pengakuan AS atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
Penasihat Trump Jared Kushner, utusan Timur Tengah Jason Greenblatt dan Duta Besar AS untuk Israel David Friedman mengadakan pertemuan empat jam dengan Netanyahu di Yerusalem, kata para ajudan Israel. Utusan Israel untuk Washington, Ron Dermer, juga hadir.
(ian)