Utusan Trump-Netanyahu Bahas Prospek Perdamaian Israel-Palestina

Sabtu, 23 Juni 2018 - 16:39 WIB
Utusan Trump-Netanyahu...
Utusan Trump-Netanyahu Bahas Prospek Perdamaian Israel-Palestina
A A A
WASHINGTON - Duta Besar Senior Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Jumat untuk membahas prospek perdamaian Israel-Palestina. Hal itu dikatakan oleh Gedung Putih setelah mengadakan pembicaraan terpisah dengan para pemimpin Arab.

Washington mengatakan pihaknya memiliki rencana perdamaian yang bisa segera dirilis. Perundingan Israel-Palestina terhenti pada 2014 karena perselisihan yang diperdalam dengan pertumpahan darah di Gaza dan pengakuan AS atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Penasihat Trump Jared Kushner, utusan Timur Tengah Jason Greenblatt dan Duta Besar AS untuk Israel David Friedman mengadakan pertemuan empat jam dengan Netanyahu di Yerusalem, kata para ajudan Israel. Utusan Israel untuk Washington, Ron Dermer, juga hadir.

Gedung Putih mengatakan mereka membahas bantuan kemanusiaan untuk Jalur Gaza, di mana Palestina sejak 30 Maret mengadakan protes selama berminggu-minggu, kadang-kadang melakukan aksi kekerasan yang menarik tembakan tentara Israel. Setidaknya 128 orang Palestina telah terbunuh.

"Mereka membahas lebih lanjut komitmen berkelanjutan dari pemerintahan Trump dan Israel untuk memajukan perdamaian antara Israel dan Palestina," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (23/6/2018).

Kantor Netanyahu mengeluarkan ringkasan serupa yang mengacu pada perdamaian Israel-Palestina yang prospektif lebih umum sebagai "proses diplomatik". Para pejabat Israel mengatakan mereka ingin ada perundingan baru dengan melibatkan secara luas kekuatan Arab.

Perjalanan Kushner dan Greenblatt ke Yerusalem sejalan dengan tur regional termasuk ke Yordania dan Mesir - tetangga serta mitra perdamaian Israel - dan Qatar, negara Teluk yang telah membantu mendanai bantuan kemanusiaan ke Gaza. Mereka juga mengadakan pembicaraan di Arab Saudi, yang tidak mengakui Israel tetapi mempunyai sikap permusuhan yang sama terhadap Iran.

Utusan AS sendiri tidak dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Palestina, yang menangguhkan hubungan dengan Trump pada bulan Desember lalu atas pengakuannya terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Palestina menginginkan negara masa depan mereka sendiri dengan Ibu Kota di Yerusalem Timur.
(ian)
Berita Terkait
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
Gerakan Pro-Palestina...
Gerakan Pro-Palestina Meletus di Kampus-kampus Amerika Serikat
3 Alasan Donald Trump...
3 Alasan Donald Trump Mengusir Para Simpatisan Palestina dari Amerika Serikat
Langka, Amerika Serikat...
Langka, Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Terhadap Israel
5 Sosok Donatur Hamas...
5 Sosok Donatur Hamas yang Paling Diburu Amerika Serikat
Berita Terkini
Peretas Retas Perusahaan...
Peretas Retas Perusahaan Pertahanan Israel IMCO, Dokumen Rahasia Militer Israel Bocor
25 menit yang lalu
2 Hari Tanpa Serangan...
2 Hari Tanpa Serangan AS, Iran: Strategi Kami Adalah Pembalasan
3 jam yang lalu
Teror Israel di Tepi...
Teror Israel di Tepi Barat Makin Mencekam, Mesir dan Spanyol Marah Besar!
4 jam yang lalu
Meski Wilayahnya Dicaplok...
Meski Wilayahnya Dicaplok Zionis, Presiden Suriah Tidak Tertarik Perang Melawan Israel
4 jam yang lalu
Drone Kamikaze Rusia...
Drone Kamikaze Rusia Hujani Kapal dan Pelabuhan Ukraina
6 jam yang lalu
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
7 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved