Tokoh Kunci Kasus Najib Leluasa Keluar Masuk Indonesia
Rabu, 20 Juni 2018 - 09:07 WIB
Tokoh Kunci Kasus Najib Leluasa Keluar Masuk Indonesia
A
A
A
KUALA LUMPUR - Nik Faisal Ariff Kamil, seorang tokoh kunci kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak, telah leluasa melakukan perjalanan masuk dan keluar dari Indonesia selama tiga tahun terakhir. Padahal, dia sudah masuk daftar orang yang diselidiki oleh Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) sejak Juli 2015.
Nik Faisal adalah mantan direktur pelaksana SRC International Bhd, yang dulunya anak perusahaan lembaga keuangan negara 1Malaysia Develepoment Bhd (1BMD). Lewat SRC itulah, dana misterius senilai triliunan rupiah mengalir ke rekening pribadi Najib.
"Dia telah berbasis di Indonesia sejak skandal 1MDB dan SRC pecah. Namun, dia telah bergerak masuk dan keluar dari negara dan telah melakukan kontak dengan orang-orang yang dekat dengannya," kata seorang sumber yang mengetahui sepak terjang Nik Faisal.
Tokoh kunci kasus Najib ini memiliki ikatan keluarga di Indonesia melalui istrinya di Indonesia yang dia nikahi tiga tahun lalu.
"Banyak teman-temannya tiba-tiba melihat perubahan besar dalam gaya hidupnya dan tidak tahu bagaimana dia mengumpulkan kekayaannya," ujar seorang kenalan Nik Faisal.
Nik Faisal dikenal sebagai penggemar sepak bola. Dia pernah pergi ke Brasil pada tahun 2014 untuk menonton Piala Dunia selama sebulan penuh. Dia bahkdan terkadang bolak-balik ke New York di sela-sela pertandingan.
MACC telah mengeluarkan pemberitahuan untuk Nik Faisal pada Juli 2015 ketika pertama kali memulai penyelidikan kasus dugaan di 1MDB dan SRC.
SRC telah menerbitkan surat utang yang dijamin pemerintah dengan harga USD1 miliar dan Kumpulan Wang Amanah Pencen mengambil surat utang tersebut. Namun sejauh ini, tidak ada aset signifikan yang mendukung investasinya.
SRC, yang sekarang di bawah Kementerian Keuangan setelah jatuh ke dalam masalah keuangan pada tahun 2012. Perusahaan ini dilaporkan telah mentransfer dana RM42 juta ke rekening bank pribadi Najib. Sedangkan pebisnis Jho Low disebut-sebut sebagai dalang dari kasus ini.
Mengutip sumber terkait, media Malaysia melaporkan bahwa Nik Faisal adalah orang yang sangat penting untuk kasus ini dan kemungkinan besar akan menjadi saksi mahkota.
Tapi, keberadaan tokoh kunci ini sekarang tidak diketahui. Dia termasuk orang-orang yang terkait dengan skandal 1MDB yang dilarang meninggalkan Malaysia.
“Namun, larangan perjalanan tidak efektif karena Nik Faisal sudah keluar dari negara ini. Namun dia masih memiliki kantor di Kuala Lumpur dengan beberapa staf," kata seorang sumber yang dikutip The Star, Rabu (20/6/2018).
Nik Faisal adalah mantan direktur pelaksana SRC International Bhd, yang dulunya anak perusahaan lembaga keuangan negara 1Malaysia Develepoment Bhd (1BMD). Lewat SRC itulah, dana misterius senilai triliunan rupiah mengalir ke rekening pribadi Najib.
"Dia telah berbasis di Indonesia sejak skandal 1MDB dan SRC pecah. Namun, dia telah bergerak masuk dan keluar dari negara dan telah melakukan kontak dengan orang-orang yang dekat dengannya," kata seorang sumber yang mengetahui sepak terjang Nik Faisal.
Tokoh kunci kasus Najib ini memiliki ikatan keluarga di Indonesia melalui istrinya di Indonesia yang dia nikahi tiga tahun lalu.
"Banyak teman-temannya tiba-tiba melihat perubahan besar dalam gaya hidupnya dan tidak tahu bagaimana dia mengumpulkan kekayaannya," ujar seorang kenalan Nik Faisal.
Nik Faisal dikenal sebagai penggemar sepak bola. Dia pernah pergi ke Brasil pada tahun 2014 untuk menonton Piala Dunia selama sebulan penuh. Dia bahkdan terkadang bolak-balik ke New York di sela-sela pertandingan.
MACC telah mengeluarkan pemberitahuan untuk Nik Faisal pada Juli 2015 ketika pertama kali memulai penyelidikan kasus dugaan di 1MDB dan SRC.
SRC telah menerbitkan surat utang yang dijamin pemerintah dengan harga USD1 miliar dan Kumpulan Wang Amanah Pencen mengambil surat utang tersebut. Namun sejauh ini, tidak ada aset signifikan yang mendukung investasinya.
SRC, yang sekarang di bawah Kementerian Keuangan setelah jatuh ke dalam masalah keuangan pada tahun 2012. Perusahaan ini dilaporkan telah mentransfer dana RM42 juta ke rekening bank pribadi Najib. Sedangkan pebisnis Jho Low disebut-sebut sebagai dalang dari kasus ini.
Mengutip sumber terkait, media Malaysia melaporkan bahwa Nik Faisal adalah orang yang sangat penting untuk kasus ini dan kemungkinan besar akan menjadi saksi mahkota.
Tapi, keberadaan tokoh kunci ini sekarang tidak diketahui. Dia termasuk orang-orang yang terkait dengan skandal 1MDB yang dilarang meninggalkan Malaysia.
“Namun, larangan perjalanan tidak efektif karena Nik Faisal sudah keluar dari negara ini. Namun dia masih memiliki kantor di Kuala Lumpur dengan beberapa staf," kata seorang sumber yang dikutip The Star, Rabu (20/6/2018).
(mas)