Tutup Masjid, Kanselir Austria Terima Ancaman Pembunuhan

Selasa, 12 Juni 2018 - 10:20 WIB
Tutup Masjid, Kanselir...
Tutup Masjid, Kanselir Austria Terima Ancaman Pembunuhan
A A A
WINA - Otoritas Austria meluncurkan penyelidikan anti terorisme setelah Kanselir Sebastian Kurz mendapat ancaman pembunuhan. Ancaman pembunuhan itu diterima Kurz di media sosial.

Ancaman pembunuhan ini adalah buntut dari pengumuman pemerintah Austria yang akan menutup tujuh masjid dan mengusir 60 imam. Kebijakan itu sebagai bagian dari kampanye melawan radikalisasi yang telah memicu gelombang kemarahan.

"Beberapa orang di media sosial mengancam Sebastian Kurz secara pribadi. Sementara beberapa postingan menuduh kanselir menginginkan perang, sedangkan yang lain secara terbuka mengatakan dia (kurz) harus mempersiapkan kematian," menurut harian nasional Austria Oesterreich yang dikutip Russia Today, Selasa (12/6/2018).

Beberapa postingan juga mengatakan bahwa kepala pemerintah Austria akan menemukan dirinya dalam kotak sampah, sementara yang lain hanya menuliskan: "Allahu Akbar!"

Kantor kanselir mengkonfirmasikan kepada Oesterreich bahwa Kurz banyak menerima ancaman kematian, terutama di Facebook dan Instagram, serta di beberapa "layanan olahpesan instan.

"Situasi itu dianggap sangat serius sehingga badan intelijen domestik dan kontra-terorisme Austria, BVT, meluncurkan investigasi kontra-terorisme ke dalam masalah ini," menurut kementerian dalam negeri Austria.

Langkah-langkah tambahan juga diambil untuk meningkatkan keamanan pribadi Kurz, yang saat ini sedang berkunjung ke Israel, serta beberapa menteri lainnya.

Sementara itu, juru bicara kantor kanselir mengatakan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan dirinya kalah dan akan melanjutkan kebijakannya seperti yang direncanakan.

Penutupan masjid dan pengusiran imam diumumkan pada tanggal 8 Juni lalu. "Masyarakat paralel, politik Islam dan kecenderungan radikalisasi tidak memiliki tempat di negara kita," kata Kurz, mengomentari keputusan pemerintah pada waktu itu.

Beberapa masjid diduga oleh pihak berwenang telah dipengaruhi oleh organisasi ultra-nasionalis Turki yang disebut 'Serigala Abu-abu.' Para pemimpin spiritual, yang dapat dikenakan pengusiran, saat ini sedang diselidiki karena melanggar Hukum Islam 2015 yang melarang agama apa pun menerima pendanaan luar negeri atau bertindak melawan negara dan masyarakat Austria.

Langkah Wina segera dikecam oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang memperingatkan itu bahkan bisa menyebabkan "perang antara salib dan bulan sabit." Sebelumnya, juru bicara pemimpin Turki, Ibrahim Kalin, menyebut langkah itu sebagai "Islamofobia" dan mengatakan itu dibuat semata-mata karena alasan politik.

Pada hari Minggu, Otoritas Agama Islam Austria, IGGO, juga mengecam langkah pemerintah dengan mengatakan itu bertujuan untuk "mendiskreditkan" komunitas Muslim Austria untuk mencetak "poin politik." Lembaga ini terutama mengutuk waktu langkah pemerintah, karena mengumumkan penutupan masjid pada hari Jumat terakhir bulan suci Ramadhan hanya beberapa jam sebelum sholat. IGGO mengaanggap itu adalah penghinaan terhadap semua Muslim Austria.
(ian)
Berita Terkait
Dihantam Skandal Korupsi,...
Dihantam Skandal Korupsi, Kanselir Austria Mengundurkan Diri
Demi Uang Pensiun, Pria...
Demi Uang Pensiun, Pria di Austria Simpan Mayat Ibunya Selama Setahun
Ikuti Pameran Kitchen+Bathroom...
Ikuti Pameran Kitchen+Bathroom Indonesia, Blum Tawarkan Ragam Perlengkapan Furnitur
Fabio Di Giannantonio...
Fabio Di Giannantonio Absen di MotoGP Austria 2024 akibat Dislokasi Bahu
Covid-19 Melonjak, Austria...
Covid-19 Melonjak, Austria Terapkan Lockdown
Kentut di Depan Polisi,...
Kentut di Depan Polisi, Warga Austria Didenda Rp8 Juta
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
49 menit yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
1 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
2 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
3 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
4 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
5 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved