Pertemukan Trump-Kim Jong-un, Singapura 'Tekor' Rp208,9 Miliar

Senin, 11 Juni 2018 - 12:59 WIB
Pertemukan Trump-Kim...
Pertemukan Trump-Kim Jong-un, Singapura 'Tekor' Rp208,9 Miliar
A A A
SINGAPURA - Singapura yang jadi tuan rumah pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, "rugi" secara finansial. Sebab, negara tetangga Indonesia ini justru membiayai pertemuan tersebut sebesar SGD20 juta atau sekitar Rp208,9 miliar.

Rincian biaya itu diungkap Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong. PM Lee mengatakan pembiayaan itu sebagai kontribusi Singapura untuk upaya internasionalnya dalam mewujudkan stabilitas kawasan.

"Itu adalah biaya yang kami bayarkan," katanya pada hari Minggu. Dia menambahkan bahwa biaya keamanan akan mencapai sekitar setengah dari angka itu.

Pertemuan bersejarah itu akan dimulai Selasa (12/6/2018) besok. Menurut PM Lee, pertemuan bersejarah itu berpotensi menghasilkan perkembangan baru terkait krisis di Semenanjung Korea.

"Dari sudut pandang kami, penting bahwa pertemuan itu berlangsung, dan pertemuan itu akan menetapkan perkembangan pada lintasan baru yang akan kondusif bagi keamanan dan stabilitas kawasan," kata Lee, yang dikutip The Straits Times.

PM Lee berbicara kepada media Singapura di sela-sela kunjungan ke pusat media internasional di F1 Pit Building. Dia sebelumnya mengunjungi pasukan Angkatan Bersenjata Singapura yang ditempatkan di Palawan Kidz City di Sentosa, dan pos komando Home Team.

Puncak pertemuan kedua pemimpin tersebut akan berlangsung di Capella Hotel di Pulau Sentosa.Baca: Alasan Singapura Dipilih Jadi Lokasi Pertemuan Trump dan Kim Jong-un
Pemimpin Singapura ini membenarkan bahwa pertemuan Trump dan Kim Jong-un membutuhkan "operasi" yang sangat besar, antara lain untuk menyambut para jurnalis dalam jumlah besar yang datang untuk meliput dan tingkat keamanan yang diperlukan.

"Para perwira telah melakukan pekerjaan yang baik dalam keadaan yang sangat tertekan," katanya. Menurutnya, keputusan Singapura jadi tuan rumah baru diterima dua minggu lalu dan pertemuan disepakati akan terus berjalan.

Tidak mudah untuk menemukan lokasi yang cocok menjadi tuan rumah pertemuan seperti itu. Menurut Lee, ada persyaratan secara politik dan diplomatik yang harus dipenuhi oleh kedua belah pihak.

"Karena itu, ketika kedua belah pihak meminta kami untuk menjadi tuan rumah pertemuan, kami tidak bisa mengatakan tidak," kata PM Lee. "Kami harus meningkatkan (layanan), kami bisa melakukan pekerjaan dengan baik."

Meski menanggung biaya, dia menegaskan bahwa pertemuan Trump dan Kim Jong-un menjadi nilai tambah bagi Singapura.

"Ini memberi kami publisitas. Fakta bahwa kami telah dipilih sebagai lokasi pertemuan, kami tidak memintanya, tetapi kami diminta dan kami setuju. Ada yang membahas sesuatu tentang hubungan Singapura dengan pihak-pihak tertentu, dengan Amerika, dengan Korea Utara, juga posisi kami di komunitas internasional."
(mas)
Berita Terkait
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
Pompeo Tampik Kemungkinan...
Pompeo Tampik Kemungkinan Pertemuan Trump-Kim Jong-un
Trump Sebut Kim Jong-un...
Trump Sebut Kim Jong-un Mengaku Telah Bunuh Pamannya
Trump Buka Kemungkinan...
Trump Buka Kemungkinan Kembali Bertemu dengan Kim Jong-un
Soal Pertemuan dengan...
Soal Pertemuan dengan Trump, Ini Kata Adik Kim Jong-un
Trump Bantah Laporan...
Trump Bantah Laporan yang Menyebut Kim Jong Un Sakit Parah
Berita Terkini
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
15 menit yang lalu
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
1 jam yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
2 jam yang lalu
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
3 jam yang lalu
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
4 jam yang lalu
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
5 jam yang lalu
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved