Perwakilan AS-Korut Bakal Bertemu Sebelum KTT Trump-Jong-un
Senin, 11 Juni 2018 - 04:40 WIB
Perwakilan AS-Korut Bakal Bertemu Sebelum KTT Trump-Jong-un
A
A
A
WASHINGTON - Perwakilan dari Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara (Korut) akan mengadakan pertemuan menjelang pembicaraan bersejarah antara Presiden Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong-un, yang dijadwalkan untuk Selasa, pada Senin (11/6/2018) pagi. Hal itu dikatakan oleh Gedung Putih.
“Besok pagi (hari ini), pukul 10 pagi waktu Singapura, Duta Besar AS untuk Filipina Sung Kim akan memimpin delegasi AS untuk kelompok kerja guna melakukan pertemuan dengan delegasi Korea Utara di Ritz Carlton,” kata Gedung Putih seperti dikutip dari Sputnik.
Sebelumnya pada hari Minggu, baik Trump dan Kim Jong-un telah tiba di Singapura untuk KTT AS-Korut. Menurut Gedung Putih, selama penerbangannya, presiden AS menghabiskan waktu bertemu dengan stafnya, membaca materi, dan mempersiapkan pertemuannya di Singapura.
Pada hari Senin, Trump diperkirakan akan bertemu dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Long, yang telah melakukan pembicaraan dengan Kim Jong-un setelah kedatangannya.
Pembicaraan antara Presiden AS dan Pemimpin Korut, yang akan dikhususkan untuk denuklirisasi Semenanjung Korea, akan diadakan di Hotel Capella di Pulau Sentosa Singapura.
KTT AS-Korut akan menandai pertemuan pertama pemimpin kedua negara. Perundingan yang ditunggu-tunggu itu berisiko batal, ketika pada 24 Mei, Trump mengumumkan membatalkan pertemuan dengan Jong-un terkait retorika Pyongyang yang tidak bersahabat. Namun, minggu lalu, Trump kembali memastikan KTT itu jadi digelar setelah bertemu dengan pembantu utama Jong-un, Wakil Ketua Komite Partai Pekerja Korea Kim Yong-chol, di Gedung Putih.
Pertemuan itu menjadi mungkin karena cairnya ketegangan di Semenanjung Korea yang cukup signifikan. Pada bulan Januari, Jong-un memutuskan untuk memulai pembicaraan dengan pihak Korea Selatan (Korsel) di tengah Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang. Hubungan lebih lanjut membaik pada bulan April, ketika pemimpin Korut bertemu dengan Presiden Korsel Moon Jae-in di desa gencatan senjata Panmunjom di perbatasan antara dua Korea. Kedua pemimpin sepakat untuk membersihkan semenanjung Korea dari senjata nuklir dan menandatangani perjanjian damai tahun ini.
“Besok pagi (hari ini), pukul 10 pagi waktu Singapura, Duta Besar AS untuk Filipina Sung Kim akan memimpin delegasi AS untuk kelompok kerja guna melakukan pertemuan dengan delegasi Korea Utara di Ritz Carlton,” kata Gedung Putih seperti dikutip dari Sputnik.
Sebelumnya pada hari Minggu, baik Trump dan Kim Jong-un telah tiba di Singapura untuk KTT AS-Korut. Menurut Gedung Putih, selama penerbangannya, presiden AS menghabiskan waktu bertemu dengan stafnya, membaca materi, dan mempersiapkan pertemuannya di Singapura.
Pada hari Senin, Trump diperkirakan akan bertemu dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Long, yang telah melakukan pembicaraan dengan Kim Jong-un setelah kedatangannya.
Pembicaraan antara Presiden AS dan Pemimpin Korut, yang akan dikhususkan untuk denuklirisasi Semenanjung Korea, akan diadakan di Hotel Capella di Pulau Sentosa Singapura.
KTT AS-Korut akan menandai pertemuan pertama pemimpin kedua negara. Perundingan yang ditunggu-tunggu itu berisiko batal, ketika pada 24 Mei, Trump mengumumkan membatalkan pertemuan dengan Jong-un terkait retorika Pyongyang yang tidak bersahabat. Namun, minggu lalu, Trump kembali memastikan KTT itu jadi digelar setelah bertemu dengan pembantu utama Jong-un, Wakil Ketua Komite Partai Pekerja Korea Kim Yong-chol, di Gedung Putih.
Pertemuan itu menjadi mungkin karena cairnya ketegangan di Semenanjung Korea yang cukup signifikan. Pada bulan Januari, Jong-un memutuskan untuk memulai pembicaraan dengan pihak Korea Selatan (Korsel) di tengah Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang. Hubungan lebih lanjut membaik pada bulan April, ketika pemimpin Korut bertemu dengan Presiden Korsel Moon Jae-in di desa gencatan senjata Panmunjom di perbatasan antara dua Korea. Kedua pemimpin sepakat untuk membersihkan semenanjung Korea dari senjata nuklir dan menandatangani perjanjian damai tahun ini.
(ian)