Indonesia-AS Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis

Kamis, 07 Juni 2018 - 00:26 WIB
Indonesia-AS Sepakat...
Indonesia-AS Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis
A A A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia, Retno Marsudi, melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Michael Pompeo di Kementeria Luar Negeri Amerika Serikat (AS). Pertemuan ini dilakukan di sela-sela rangkaian kegiatan di Markas PBB untuk pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Pertemuan ini merupakan pertemuan pertama Retno dengan Pompeo, sejak ia ditunjuk sebagai Menlu AS pada April 2018.

Dalam rilis yang diterima Sindonews, Kamis (7/6/2018), pertemuan bilateral ini membahas upaya memperkuat kemitraan strategis kedua negara. Kedua Menlu memberi perhatian terhadap beberapa prioritas bidang kerja sama, antara lain kerja sama ekonomi, penanggulangan terorisme dan kerja sama pertahanan.

Dalam kaitan ini, Retno menyampaikan undangan kepada Pompeo untuk melakukan kunjungan ke Indonesia dalam rangka melakukan Pertemuan Annual Ministerial Strategic Dialogue, sebagai salah satu implementasi Kemitraan Strategis.

Kedua Menlu juga membahas kerja sama penanggulangan terorisme. Dalam hal ini, Menlu RI menekankan pentingnya isu pemberdayaan perempuan dalam upaya pemberantasan terorisme.

Dalam pertemuan itu, Retno juga menyampaikan bahwa kunjungannya ke Amerika Serikat adalah dalam rangka pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Dalam kaitan ini, Menlu RI mengharapkan dukungan AS pada pemilihan di Majelis Umum PBB pada 8 Juni 2018 yang akan datang.

Selain isu-isu bilateral, kedua Menlu membahas perkembangan berbagai isu kawasan dan global, termasuk isu Palestina. Menlu menyampaikan kembali posisi Indonesia mendukung perjuangan Palestina.

Sebagai negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia, Indonesia mengharapkan AS dapat menjadi teman dan memperhatikan kepentingan dunia Islam.

Selain isu Palestina, kedua Menlu juga membahas isu lain, antara lain situasi di Semenanjung Korea, Indo-Pasifik.

Indonesia mengharapkan rencana KTT AS-Korea Utara dapat membuahkan hasil menuju de-nuklirisasi Semenanjung Korea. Perdamaian di Semenanjung Korea, akan berkontribusi terhadap stabilitas di kawasan lebih luas, termasuk di Asia Tenggara.

Selain itu, kedua Menlu juga menegaskan pentingnya terus dijalan komunikasi mengenai pengembangan Indo-Pasifik yang inklusif, mengedepankan kerja sama dan penghormatan terhadap hukum Internasional.
(ian)
Berita Terkait
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Khawatir Agresivitas...
Khawatir Agresivitas China, Amerika Serikat Dekati Indonesia
Amerika Serikat Dukung...
Amerika Serikat Dukung Indonesia Jadi Anggota FATF
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Amerika Serikat Vs Indonesia
BRICS Menambah Indonesia,...
BRICS Menambah Indonesia, Waspadai Ancaman Amerika Serikat
Berita Terkini
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
19 menit yang lalu
Dunia Tahu Israel Memiliki...
Dunia Tahu Israel Memiliki Senjata Nuklir, tapi Kenapa Diam Saja?
1 jam yang lalu
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
2 jam yang lalu
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
3 jam yang lalu
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
4 jam yang lalu
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
5 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved