PM Yordania Tolak Permintaan Demonstran

Senin, 04 Juni 2018 - 13:12 WIB
PM Yordania Tolak Permintaan...
PM Yordania Tolak Permintaan Demonstran
A A A
AMMAN - Perdana Menteri (PM) Yordania Hani Mulki menolak mencabut rancangan undang-undang (RUU) reformasi pajak yang memicu unjuk rasa terbesar dalam lima tahun.

RUU itu didukung oleh Dana Moneter Internasional (IMF), tapi ditolak para demonstran. PM Mulki menyatakan nasib RUU itu tergantung pada keputusan parlemen. Ribuan demonstran telah menggelar unjuk rasa dekat kantor kabinet untuk tiga malam berturut-turut dengan agenda menentang RUU itu.

Mereka meneriakkan slogan-slogan antipemerintah dan mendesak Raja Abdullah memecat PM Mulki. Aparat keamanan memblokir jalan utama menuju kantor kabinet untuk mencegah para demonstran datang.

Para aktivis menyatakan ratusan orang juga menggelar unjuk rasa damai di kota-kota lain, termasuk Ramtha di utara dan Kota Maan di selatan. “Mengirim RUU tidak berarti parlemen akan setuju atau mendukung pasal-pasalnya. Parlemen memiliki keputusan sendiri,” kata Mulki setelah bertemu para pemimpin serikat buruh dan anggota parlemen.

Sejumlah serikat buruh menyatakan RUU pajak akan memperburuk standar kehidupan yang telah turun. RUU itu bagian dari langkah penghematan yang direkomendasikan IMF pada Yordania. Awal tahun ini pajak umum dinaikkan dan subsidi roti dihapus sebagai bagian rencana tiga tahun untuk memangkas utang sebesar USD37 miliar atau setara 95% dari produk domestik bruto (PDB).

Pemerintah mengaku perlu dana untuk layanan publik dan berpendapat reformasi pajak mengurangi kesenjangan sosial dengan memberikan beban lebih besar pada pemilik pendapatan tinggi dan pegawai dengan gaji kecil tidak akan terkena pengaruh.

Mulki menjelaskan, IMF telah menyelesaikan misi terbaru di Yordania pada Kamis (31/5) dan berharap Yordania akan memutuskan pada pertengahan 2019 tentang reformasi yang diperlukan agar ekonomi kembali pulih. Raja Abdullah tampaknya mendukung Mulki.

Menurut Raja Abdullah, parlemen dan pemerintah harus melakukan dialog nasional untuk mencapai kompromi atas RUU itu. Kerajaan itu menyalahkan krisis regional menjadi penyebab memburuknya kondisi fiskal di negara yang tergantung pada bantuan tersebut.

Yordania memiliki perbatasan dengan Suriah di bagian utara dan Irak di bagian timur. Banyak pengungsi dari Suriah dan Irak datang ke Yordania untuk berlindung. Saat ini Yordania menampung ratusan ribu pengungsi dari konflik Suriah.

Para pengkritik menyatakan RUU itu akan merugikan warga miskin. Mereka menuduh para politisi menyalahgunakan dana publik dan korupsi. Ketua parlemen Atef Tarawneh menyatakan lebih dari 80 deputi, mayoritas di majelis dengan 130 kursi itu ingin pemerintah mencabut RUU pajak tersebut.

“Kami tidak ingin RUU yang didikte IMF,” kata Tarawneh setelah bertemu Mulki. Serikat buruh yang mewakili pegawai sektor swasta dan pegawai negeri menyatakan pemerintah telah menyerah pada permintaan IMF dan kesenjangan meningkat antara warga kaya dan miskin di negara dengan 8 juta jiwa tersebut. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Putri Pangeran Hussein...
Putri Pangeran Hussein Putra Mahkota Yordania Tak Masuk Daftar Penerus Takhta
Dukung Gencatan Senjata...
Dukung Gencatan Senjata di Gaza, Ribuan Demonstran Kepung Kedubes Israel di Yordania
Israel Aneksasi Tepi...
Israel Aneksasi Tepi Barat, Raja Yordania: Konflik Besar Akan Pecah
Siapa Ratu Rania, Istri...
Siapa Ratu Rania, Istri Raja Yordania Abdullah II yang Masih Menawan di Usia 54 Tahun
Profil 4 Istri Raja...
Profil 4 Istri Raja Hussein Yordania, Siapa Saja Mereka?
Kualifikasi Piala Dunia...
Kualifikasi Piala Dunia 2026: Palestina Tertunduk di Hadapan Yordania
Berita Terkini
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
23 menit yang lalu
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
38 menit yang lalu
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
1 jam yang lalu
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
1 jam yang lalu
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
2 jam yang lalu
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
3 jam yang lalu
Infografis
Gubernur Muzakir Manaf,...
Gubernur Muzakir Manaf, Mantan Panglima GAM yang Tolak 4 Pulau Aceh Masuk Sumut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved