Pasukan Israel Diklaim Paling Bermoral, tapi Bunuh Perawat Angkat Tangan

Minggu, 03 Juni 2018 - 00:09 WIB
Pasukan Israel Diklaim...
Pasukan Israel Diklaim Paling Bermoral, tapi Bunuh Perawat Angkat Tangan
A A A
GAZA - Aksi sniper militer Israel yang menembak mati Razan al-Najjar, 21, sukarelawan medis Palestina yang sudah angkat tangan, membuat pasukan negara Yahudi itu jadi bahan olok-olokan. Musababnya, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pernah mengklaim pasukannya merupakan tentara paling bermoral di dunia.

Najjar ditembak mati saat menolong seorang demonstran "Great March of Return" di Gaza, hari Jumat. Dia ditembak di bagian jantung. Pada hari Sabtu (2/6/2018), ribuan warga Palestina mengiringi prosesi pemakamannya.

Anggota parlemen Israel dari etnis Arab, Ahmad Tibi, mengolok-olok pasukan Israel yang pernah diklaim PM Netanyahu sebagai tentara paling bermoral di dunia.

"Penembakan itu sebagai kejahatan perang tercela yang dilakukan oleh sniper pengecut dan kriminal yang melihat seorang perawat dengan jas putih dan menarik pelatuknya," kecam Tibi.

"Sniper itu seorang tentara paling bermoral di dunia," sindir Tibi mengacu pada klaim PM Netanyahu yang membanggakan pasukan negara Yahudi tersebut.Baca: Paramedis Cantik Palestina Ditembak Mati Pasukan Israel di Gaza
Najjar berjarak kurang dari 100 meter dari pagar perbatasan Israel saat menolong seorang demonstran pria yang terkena tabung gas air mata. Saat menolong demonstran itu, Najjar sudah mengangkat tangan dan mengenakan seragam medis sebagai simbol bahwa dia relawan kemanusiaan.

"Saya mengatakan kepadanya bahwa itu berbahaya untuk mendekati (pagar perbatasan), tetapi dia menjawab bahwa dia tidak takut untuk mati dan ingin membantu (demonstran) pria tersebut," kata seorang rekan medis Najjar kepada wartawan, yang dilansir Haaretz.
Baca juga: Mengenal Najjar, Perawat Cantik Palestina yang Direnggut Peluru Israel
Lembaga Bantuan Medis Palestina (PMRC) mengatakan Najjar ditembak ketika dia berusaha memberikan pertolongan pertama kepada seorang pengunjuk rasa yang terluka.

"Menembak personel medis adalah kejahatan perang di bawah konvensi Jenewa," kata PMRC dalam sebuah pernyataan. PMRC menuntut respons internasional atas pelanggaran hukum humaniter Israel di Gaza.

Utusan PBB untuk Timur Tengah, Nickolay Mladenov, menulis di Twitter bahwa pekerja medis bukan target."Israel perlu mengkalibrasikan penggunaan kekuatannya dan Hamas perlu mencegah insiden di pagar perbatasan," tulis dia.
(mas)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Berita Terkini
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
42 menit yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
1 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
1 jam yang lalu
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
2 jam yang lalu
Dunia Tahu Israel Memiliki...
Dunia Tahu Israel Memiliki Senjata Nuklir, tapi Kenapa Diam Saja?
3 jam yang lalu
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
4 jam yang lalu
Infografis
4 Tentara Wanita Israel...
4 Tentara Wanita Israel yang Dibebaskan Tersenyum dan Lambaikan Tangan ke Warga Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved