AS Ubah Nama Komando Pasifik di Tengah Ketegangan dengan China

Kamis, 31 Mei 2018 - 08:44 WIB
AS Ubah Nama Komando...
AS Ubah Nama Komando Pasifik di Tengah Ketegangan dengan China
A A A
HAWAII - Amerika Serikat (AS) mengumumkan akan mengubah nama komando yang bertanggung jawab atas operasi militer di Asia. Tindakan ini dilakukan di tengah ketegangan yang meningkat dengan China terkait militerisasi Laut China Selatan.

Menteri Pertahanan AS James Mattis mengatakan Komando Pasifik AS mulai sekarang akan disebut Indo Pasifik AS. Hal itu diungkapkannya pada upacara pergantian komando di Hawaii, markas komando berada.

"Sebagai pengakuan atas meningkatnya konektivitas dari Samudera Hindia dan Pasifik hari ini kami mengganti nama Komando Pasifik AS menjadi Komando Indo-Pasifik AS," kata Mattis.

"Ini adalah komando tempur utama kami, yang berjaga-jaga dan secara intim terlibat dengan lebih dari setengah permukaan bumi dan populasi yang beragam, dari Hollywood, ke Bollywood, dari beruang kutub ke penguin," tutur Mattis tentang komando seperti dikutip dari CNN, Kamis (31/5/2018).

Laksamana Harry Harris, yang mengawasi operasi militer AS di wilayah itu hingga Rabu, telah diangkat oleh Presiden Donald Trump sebagai duta besar AS untuk Korea Selatan (Korsel). Sebagai gantinya adalah Laksaman Phillip Davidson yang akan memimpin Komando Indo-Pasifik, mengawasi sekitar 375 ribu personel militer dan sipil AS.

Para pejabat AS mengatakan perubahan nama dimaksudkan untuk lebih mencerminkan daerah tanggung jawab komando, yang meliputi 36 negara serta Samudra Pasifik dan Hindia.

Perubahan nama ini terjadi setelah serangkaian aksi militer China dan AS yang meningkatkan ketegangan di Laut Cina Selatan. AS dan mayoritas komunitas internasional menolak klaim kepemilikan Laut China Selatan Beijing.

Dalam beberapa bulan terakhir para pejabat AS telah mengatakan bahwa militer China telah mengerahkan rudal anti-kapal, sistem rudal permukaan-ke-udara, dan jammers elektronik untuk memperebutkan fitur di wilayah Kepulauan Spratly di Laut Cina Selatan.

China juga baru-baru ini mendaratkan pesawat pembom H-6K berkekuatan nuklir di Woody Island untuk pertama kalinya.

Baca: Pesawat Pembom China Mendarat di Pulau Laut China Selatan

Tidak lama berselang, dua kapal Angkatan Laut AS melewati beberapa pulau yang disengketakan di Laut China Selatan, termasuk Pulau Woody di mana pembom Cina itu mendarat, sebuah langkah yang menyebabkan kemarahan Beijing. AS menyatakan apa yang dilakukannya dalam rangka operasi kebebasan navigasi.

Baca: Dua Kapal Perang AS Dekati Pulau China di Laut China Selatan
(ian)
Berita Terkait
Dekati Kepulauan Paracel,...
Dekati Kepulauan Paracel, China Kirim Peringatan ke Kapal Berpeluru Kendali AS
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
AS Sangkal Kapal Perangnya...
AS Sangkal Kapal Perangnya Diusir China di Laut China Selatan
Kapal Induk AS Gelar...
Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan
AS: Undang-undang Maritim...
AS: Undang-undang Maritim Baru China Langgar Perjanjian Internasional
Pentagon Prihatin China...
Pentagon Prihatin China Gelar Latihan Militer di LCS
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
3 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
5 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
6 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
7 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
8 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
10 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved