Macron Bela Cover Majalah 'Diktator Erdogan' Turki Marah

Rabu, 30 Mei 2018 - 02:41 WIB
Macron Bela Cover Majalah...
Macron Bela Cover Majalah 'Diktator Erdogan' Turki Marah
A A A
ANKARA - Pemerintah Turki marah dan mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron karena membela majalah dengan cover berjudul "Sang Diktator" dan bergambar Presiden Tayyip Erdogan. Pihak majalah mingguan itu telah jadi sasaran intimidasi para pendukung Erdogan.

Kecaman dari Ankara disampaikan Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu. Sampul majalah Le Point edisi 24 Mei itu bertuliskan;"Sang Diktator. Seberapa jauh Erdogan akan pergi?".

Pihak Le Point mengatakan, pihaknya telah mengalami pelecehan dan intimidasi dari para pendukung Erdogan di Prancis setelah menyebut pemimpin Turki itu sebagai "Diktator".

Macron ikut larut dalam perdebatan dengan menganggap pelecehan terhadap majalah tersebut sebagai tindakan yang sama sekali tidak bisa diterima.

"Anda tidak bisa memberi harga pada kebebasan pers, tanpa itu, itu kediktatoran," kata Macron di Twitter.

Cavusoglu membalas komentar Macron dengan mengatakan bahwa aktivis pro-Erdogan di Prancis, penyerang iklan dan kios surat kabar yang menampilkan cover majalah itu, sedang menjalankan kebebasan berekspresi ala mereka sendiri.

"Demokrasi tidak hanya terbatas pada menerima penghinaan, kecaman dan kebohongan oleh satu sisi tetapi juga dengan mempertimbangkan sudut pandang dan kepekaan yang lain," kata Cavusoglu, yang dikutip Al Jazeera, Rabu (30/5/2018).

"Apa yang melampaui itu adalah kemunafikan. Dan itu adalah tanggapan bahwa komunitas Turki di Prancis telah menyatakan reaksi sipil dan demokratisnya," ujar Cavusoglu.

Polisi telah dikerahkan di kota selatan Avignon sejak akhir pekan lalu setelah sekelompok aktivis pro-Erdogan berusaha untuk menghapus dan menutupi iklan majalah tersebut di kios-kios koran.

Poster lain dari sampul majalah di Kota Valence juga jadi target serangan.

"Setelah seminggu mengalami pelecehan, penghinaan, intimidasi dan penghinaan anti-Semit dan ancaman terhadap kami di media sosial, sekarang telah tiba saat para pendukung AKP (partai Erdogan) menyerang simbol kebebasan berekspresi dan keragaman di media," tulis Le Point di situsnya.
(mas)
Berita Terkait
Turki Bantah Keberadaan...
Turki Bantah Keberadaan Kelompok ‘Grey Wolves’
Turki Balik Tuding Prancis...
Turki Balik Tuding Prancis Mainkan Permainan Berbahaya di Libya
Intevensi Libya, Macron...
Intevensi Libya, Macron Sebut Turki Mainkan 'Permainan Berbahaya'
Erdogan Peringatkan...
Erdogan Peringatkan Macron: Jangan Main-main dengan Turki!
Tanpa Basa-basi, Erdogan...
Tanpa Basa-basi, Erdogan Sebut Macron Tak Kompeten Jadi Presiden Prancis
Erdogan: Yunani Kekanak-kanakan,...
Erdogan: Yunani Kekanak-kanakan, Macron Pemimpin Tak Becus
Berita Terkini
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
1 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
2 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
3 jam yang lalu
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
4 jam yang lalu
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
4 jam yang lalu
Infografis
Profil Brigitte: Ibu...
Profil Brigitte: Ibu Negara Prancis yang Tampar Presiden Macron
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved