Sistem Pertahanan Israel Tembak Jatuh Lebih dari 25 Mortir Gaza
Selasa, 29 Mei 2018 - 14:56 WIB
Sistem Pertahanan Israel Tembak Jatuh Lebih dari 25 Mortir Gaza
A
A
A
TEL AVIV - Militan Gaza menembakkan lebih dari 25 mortir ke Israel selatan. Ini tampaknya menjadi serangan tunggal terbesar sejak perang Israel-Hamas pada 2014.
Tidak ada yang terluka dalam serangan itu dan militer mengatakan sebagian besar dihadang oleh sistem pertahanan Iron Dome.
“25 mortir diluncurkan ke beberapa situs di wilayah Israel. Sebagian besar serangan itu dicegat oleh sistem pertahanan udara Iron Dome IDF (Israel Defense Forces),” kata militer dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters, Selasa (29/5/2018).
Serangan ini terjadi ditengah ketegangan di wilayah perbatasan Israel dengan Gaza yang dikuasai kelompok Hamas.
Pada hari Senin, tembakan tank Israel menewaskan seorang pejuang Hamas di pos terdepan sementara tentara mengejar dan menangkap dua gerilyawan Gaza lainnya yang mencoba menyeberang ke Israel.
Peristiwa ini mengikuti aksi demonstrasi massa Palestina selama beberapa minggu di sepanjang perbatasan. Israel menyebut aksi demonstrasi ini sebagai topeng untuk upaya menembus pagar perbatasan.
Setidaknya 116 warga Palestina telah tewas dan ribuan orang terluka oleh tembakan tentara dalam unjuk rasa, yang menarik kecaman asing dari taktik mematikan Israel. Israel menyalahkan Hamas karena memprovokasi kekerasan, yang disangkal oleh kelompok itu.
Tidak ada yang terluka dalam serangan itu dan militer mengatakan sebagian besar dihadang oleh sistem pertahanan Iron Dome.
“25 mortir diluncurkan ke beberapa situs di wilayah Israel. Sebagian besar serangan itu dicegat oleh sistem pertahanan udara Iron Dome IDF (Israel Defense Forces),” kata militer dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters, Selasa (29/5/2018).
Serangan ini terjadi ditengah ketegangan di wilayah perbatasan Israel dengan Gaza yang dikuasai kelompok Hamas.
Pada hari Senin, tembakan tank Israel menewaskan seorang pejuang Hamas di pos terdepan sementara tentara mengejar dan menangkap dua gerilyawan Gaza lainnya yang mencoba menyeberang ke Israel.
Peristiwa ini mengikuti aksi demonstrasi massa Palestina selama beberapa minggu di sepanjang perbatasan. Israel menyebut aksi demonstrasi ini sebagai topeng untuk upaya menembus pagar perbatasan.
Setidaknya 116 warga Palestina telah tewas dan ribuan orang terluka oleh tembakan tentara dalam unjuk rasa, yang menarik kecaman asing dari taktik mematikan Israel. Israel menyalahkan Hamas karena memprovokasi kekerasan, yang disangkal oleh kelompok itu.
(ian)