Mantan Kepala Mata-mata Korut Terbang ke Amerika Serikat
Selasa, 29 Mei 2018 - 14:06 WIB
Mantan Kepala Mata-mata Korut Terbang ke Amerika Serikat
A
A
A
SEOUL - Seorang jenderal papan atas Korea Utara (Korut) sedang menuju Amerika Serikat (AS). Ini akan menjadi kunjungan pejabat dengan profil tertinggi dalam beberapa tahun.
"Jenderal Kim Yong-chol mendarat di bandara Beijing pada hari Selasa (29/5/2018) dan akan melanjutkan perjalanan ke New York pada hari berikutnya setelah pembicaraan dengan para pejabat China," nukil AFP dari kantor berita Korea Selatan (Korsel), Yonhap, yang mengutip sumber diplomatik.
Laporan ini muncul ketika kedua negara mempersiapkan diri untuk KTT yang penting.
Perjalanan ini adalah bagian dari kesibukan diplomasi terkait persiapan pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un di Singapura pada 12 Juni.
Seorang analis di Korea Institute for National Unification, Chung Sung-yoon mengatakan, Kim Yong-chol akan menjadi pejabat Korut paling senior yang melangkah ke tanah AS sejak Wakil Komisi Pertahanan Jo Myong-rok bertemu dengan Presiden Bill Clinton pada tahun 2000.
Kim Yong-chol telah lama menjadi tangan kanan pemimpin Korut. Ia memainkan peran di kursi depan dalam putaran diplomasi baru-baru ini yang bertujuan untuk mengakhiri kebuntuan nuklir di Semenanjung Korea.
Ia duduk di sebelah putri Trump Ivanka, yang juga pembantu Gedung Putih, selama upacara penutupan Olimpiade Musim Dingin di resor Korsel Pyeongchang yang merupakan titik balik dalam krisis nuklir Semenanjung Korea.
Ia juga menemani Kim Jong-un pada dua perjalanannya ke China untuk bertemu Presiden Xi Jinping dan mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo ketika ia melakukan perjalanan ke Pyongyang.
"Mitra resmi Kim adalah Pompeo tetapi ia juga dapat mendorong pertemuan dengan (Penasihat Keamanan Nasional John) Bolton dan bahkan Trump jika mungkin," kata Chung.
Jenderal Kim, yang jabatan resminya adalah wakil ketua komite pusat Partai Buruh Korut, memiliki latar belakang di badan-badan intelijen militer dan sipil. Ia merupakan tokoh yang sangat kontroversial di Korsel.
Seoul menyalahkannya karena mendalangi tenggelamnya korvet angkatan laut Korsel Cheonan pada 2010, yang menewaskan 46 pelaut. Namun Korut menyangkal memainkan peran apa pun dalam serangan itu.
Dari 2009 hingga 2016 ia juga direktur Biro Pengintaian Umum Korut, unit yang ditugasi dalam perang siber dan pengumpulan data intelijen.
Selama periode itu Korut meningkatkan program peretasannya, termasuk penetrasi ke Sony Pictures yang sangat mahal yang dilihat sebagai upaya untuk menghentikan rilis film komedi Amerika yang mengolok-olok rezim Kim Jong-un.
"Jenderal Kim Yong-chol mendarat di bandara Beijing pada hari Selasa (29/5/2018) dan akan melanjutkan perjalanan ke New York pada hari berikutnya setelah pembicaraan dengan para pejabat China," nukil AFP dari kantor berita Korea Selatan (Korsel), Yonhap, yang mengutip sumber diplomatik.
Laporan ini muncul ketika kedua negara mempersiapkan diri untuk KTT yang penting.
Perjalanan ini adalah bagian dari kesibukan diplomasi terkait persiapan pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un di Singapura pada 12 Juni.
Seorang analis di Korea Institute for National Unification, Chung Sung-yoon mengatakan, Kim Yong-chol akan menjadi pejabat Korut paling senior yang melangkah ke tanah AS sejak Wakil Komisi Pertahanan Jo Myong-rok bertemu dengan Presiden Bill Clinton pada tahun 2000.
Kim Yong-chol telah lama menjadi tangan kanan pemimpin Korut. Ia memainkan peran di kursi depan dalam putaran diplomasi baru-baru ini yang bertujuan untuk mengakhiri kebuntuan nuklir di Semenanjung Korea.
Ia duduk di sebelah putri Trump Ivanka, yang juga pembantu Gedung Putih, selama upacara penutupan Olimpiade Musim Dingin di resor Korsel Pyeongchang yang merupakan titik balik dalam krisis nuklir Semenanjung Korea.
Ia juga menemani Kim Jong-un pada dua perjalanannya ke China untuk bertemu Presiden Xi Jinping dan mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo ketika ia melakukan perjalanan ke Pyongyang.
"Mitra resmi Kim adalah Pompeo tetapi ia juga dapat mendorong pertemuan dengan (Penasihat Keamanan Nasional John) Bolton dan bahkan Trump jika mungkin," kata Chung.
Jenderal Kim, yang jabatan resminya adalah wakil ketua komite pusat Partai Buruh Korut, memiliki latar belakang di badan-badan intelijen militer dan sipil. Ia merupakan tokoh yang sangat kontroversial di Korsel.
Seoul menyalahkannya karena mendalangi tenggelamnya korvet angkatan laut Korsel Cheonan pada 2010, yang menewaskan 46 pelaut. Namun Korut menyangkal memainkan peran apa pun dalam serangan itu.
Dari 2009 hingga 2016 ia juga direktur Biro Pengintaian Umum Korut, unit yang ditugasi dalam perang siber dan pengumpulan data intelijen.
Selama periode itu Korut meningkatkan program peretasannya, termasuk penetrasi ke Sony Pictures yang sangat mahal yang dilihat sebagai upaya untuk menghentikan rilis film komedi Amerika yang mengolok-olok rezim Kim Jong-un.
(ian)