Rusia Tolak Kesimpulan Rudalnya Tembak Jatuh Pesawat MH17

Jum'at, 25 Mei 2018 - 09:20 WIB
Rusia Tolak Kesimpulan...
Rusia Tolak Kesimpulan Rudalnya Tembak Jatuh Pesawat MH17
A A A
MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia menolak kesimpulan tim investigator internasional bahwa sistem rudal anti-pesawat Moskow yang menjatuhkan pesawat Malaysia Airlines MH17. Ada 12 penumpang asal Indonesia di dalam pesawat Malaysia yang ditembak jatuh di wilayah udara Ukraina pada 17 Juli 2014 tersebut.

Militer Moskow mendesak penyelidikan yang dipimpin Belanda untuk fokus mempelajari fakta-fakta keras, bukan pada gambar di media sosial.

"Tidak ada satu pun sistem rudal anti-pesawat dari Angkatan Bersenjata Rusia yang pernah melintasi perbatasan Rusia-Ukraina," kata kementerian pertahanan dalam pernyataan.

Militer Rusia "mengangkat alis" dengan kesimpulan tim investigasi internasional tersebut. "Penentuan penyelidikan yang dipimpin Belanda membenarkan kesimpulannya dengan hanya menggunakan gambar dari jejaring sosial yang telah diubah secara canggih dengan alat edit grafis komputer," lanjut pernyataan kementerian tersebut.

Kementerian itu menunjukkan bahwa gambar yang digunakan dalam konferensi pers Joint Investigation Team (JIT) pada hari Kamis disediakan oleh layanan khusus Ukraina. Gambar itu sebelumnya telah ditampilkan oleh kelompok aktivis investigasi online Inggris; Bellingcat.

Seperti diberitakan sebelumnya, penyelidikan yang dipimpin Belanda mengumumkan bahwa rudal yang menjatuhkan pesawat Malaysia Airlines MH17 pada Juli 2014 berasal dari sistem rudal Buk militer Rusia yang menyeberang ke Ukraina dan kemudian kembali ke pangkalannya di Rusia barat.

Para penyelidik mengklaim sistem rudal yang terlibat berasal dari "Brigade Misil Antipesawat ke-53" yang berbasis di Kursk, Rusia. Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, JIT pada dasarnya hanya mengulangi kesimpulan yang dibuat oleh Bellingcat setahun yang lalu.

"Bagian yang mengkhawatirkan dalam penyelidikan JIT adalah bahwa para penyelidik Belanda sepenuhnya mengabaikan dan menolak kesaksian para saksi mata dari komunitas Ukraina terdekat," lanjut kementerian tersebut, yang dilansir Russia Today, Jumat (25/5/2018).

"Kesaksian, bagaimanapun, memberikan informasi penting yang menunjukkan peluncuran rudal dilakukan dari wilayah yang dikuasai oleh Angkatan Bersenjata Ukraina," imbuh kementerian tersebut.Baca: Unit Militer Rusia Tembak Jatuh Malaysia Airlines MH17
Pesawat MH17 saat ditembak jatuh di wilayah udara Ukraina membawa 283 penumpang dan 15 awak. Dari ratusan penumpang itu, 12 di antaranya berasal dari Indonesia.

Data 12 penumpang asal Indonesia itu disampaikan pihak maskapai kepada Kementerian Perhubungan Indonesia tahun 2014 silam.

Mereka yang jadi korban antara lain; Hadiono Gunawan, Yodricunda Theistiasih, Ketut Wiartini, Yuli Hastini, Vickline Kurniati Kardia, Supartini, Hendry, Gerda Leliana Lahendra, Wether Smallenburg, Jane M Adi Soetjipto, Wayan Sujana, dan Clarice Yelena Huizen.
(mas)
Berita Terkait
Hakim: Sudah Pasti MH17...
Hakim: Sudah Pasti MH17 Dijatuhkan Rudal BUK Rusia
Pengadilan Belanda Lacak...
Pengadilan Belanda Lacak Rudal BUK yang Jatuhkan Malaysia Airlines MH17
Mengenang Malaysia Airlines...
Mengenang Malaysia Airlines MH17 Dirudal Jatuh di Langit Ukraina, 298 Tewas Termasuk 12 WNI
Ada Indikasi Putin Suplai...
Ada Indikasi Putin Suplai Rudal yang Menembak Jatuh Pesawat MH-17
Situasi Genting, Pesawat...
Situasi Genting, Pesawat Sipil Diminta Hati-hati Terbang di Langit Ukraina-Rusia
Tersangka Penembak Malaysia...
Tersangka Penembak Malaysia Airlines MH17: Rusia Harus Mengebom Nuklir Anggota NATO
Berita Terkini
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
9 menit yang lalu
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
10 menit yang lalu
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
1 jam yang lalu
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
1 jam yang lalu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
2 jam yang lalu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved