Legislator Jerman Serukan Umat Muslim Dilarang Bekerja Selama Ramadhan

Jum'at, 25 Mei 2018 - 06:17 WIB
Legislator Jerman Serukan...
Legislator Jerman Serukan Umat Muslim Dilarang Bekerja Selama Ramadhan
A A A
BERLIN - Seorang anggota parlemen dari partai anti imigran Jerman, AfD, meminta para dokter Muslim, perawat, pilot, supir bus dan kereta api dilarang bekerja selama bulan Ramadhan jika mereka berpuasa.

Politikus AfD, Martin Sichert, mengatakan majikan yang tidak dapat memberikan Muslim puasa shift malam atau masuk lebih cepat harus membuat mereka menggunakan sebagian dari cuti tahunanya selama bulan suci Ramadhan.

Jerman adalah rumah bagi sekitar empat juta Muslim - termasuk orang Turki yang telah tinggal di sini selama beberapa dekade serta migran dan pencari suaka yang tiba dalam beberapa tahun terakhir. Banyak dari mereka melarikan diri dari negara konflik macam Suriah, Irak dan tempat lain.

“Pasien apa yang harus dioperasi oleh seorang ahli bedah yang tidak meminum apa pun selama 12 jam?” tanya Sichert, seorang anggota komite parlemen untuk masalah perburuhan dan sosial.

"Mengapa orang harus diangkut oleh orang lain yang mungkin menghadapi masalah konsentrasi dan dehidrasi karena mereka berpuasa selama berjam-jam?" tanyanya lagi seperti dikutip dari Reuters, Jumat (25/5/2018).

Terkait hal ini, juru bicara pemerintah Jerman mengatakan tidak mau berkomentar.

Kanselir Jerman, Angela Merkel, telah menghadapi kritik keras dari beberapa orang Jerman karena membuka perbatasan ke lebih dari satu juta migran selama beberapa tahun terakhir, menginginkan inklusif, multi-etnis Jerman. Ia telah lama menekankan bahwa Islam adalah bagian dari Jerman dan menyerukan toleransi.

Komentar Sichert muncul setelah Inger Stojberg, Menteri Integrasi Denmark, menyebabkan kehebohan pada hari Senin dengan mendesak Muslim untuk berlibur selama bulan Ramadhan untuk menghindari dampak negatif pada masyarakat.

“Ini bisa berbahaya bagi kita semua jika supir bus tidak makan atau minum sepanjang hari, dan Anda tidak bekerja di tingkat yang sama di pabrik atau rumah sakit jika Anda tidak makan atau minum selama jam-jam cerah di hari itu selama satu bulan penuh,” katanya dalam surat yang dicetak di koran Denmark BT.

Baca: Menteri Denmark Bilang Muslim Kerja saat Puasa Ramadhan Berbahaya

Suratnya dipenuhi dengan kritik yang meluas, termasuk dari dalam Partai Liberalnya sendiri.
(ian)
Berita Terkait
Bayern München Ikat...
Bayern München Ikat Leon Goretzka Hingga 2026
Produksi Makanan Crispy...
Produksi Makanan Crispy dari Ulat Jerman
Banjir Rendam Kota Koblenz,...
Banjir Rendam Kota Koblenz, Jerman
Hasil EURO 2024: Langsung...
Hasil EURO 2024: Langsung Tancap Gas, Jerman Bantai Skotlandia 5-1
Pangeran Jerman Dituntut...
Pangeran Jerman Dituntut Ayahnya karena Jual Kastil Keluarga Hanya Rp17.000
Balas Tindakan Berlin,...
Balas Tindakan Berlin, Teheran Usir Dua Diplomat Jerman
Berita Terkini
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
50 menit yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
2 jam yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
3 jam yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
4 jam yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
6 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
8 jam yang lalu
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved