Militer AS Siap Tanggapi Aksi Provokatif Korut

Jum'at, 25 Mei 2018 - 05:19 WIB
Militer AS Siap Tanggapi...
Militer AS Siap Tanggapi Aksi Provokatif Korut
A A A
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa mereka tidak meningkatkan kewaspadaan atau mengubah posturnya terhadap Korea Utara (Korut) setelah Presiden Donald Trump membatalkan pertemuan bersejarah dengan pemimpin Korut Kim Jong-un.

"Ada kewaspadaan yang tinggi - keadaan waspada yang selalu kita miliki karena mereka terbukti tidak dapat diprediksi di masa lalu," kata Letnan Jenderal Kenneth McKenzie, direktur staf gabungan, di Pentagon.

“Tapi itu bukan kewaspadaan tinggi. Ini adalah kewaspadaan normal yang kita pertahankan,” terangnya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (25/5/2018).McKenzie mengatakan tidak ada perubahan dalam dukungan militer AS terhadap kampanye pimpinan AS untuk menekan Korut agar melakukan denuklirisasi.

Ia mengatakan militer siap untuk menanggapi provokasi Korut, tetapi tidak berspekulasi lebih lanjut.

“Kami akan melihat apa yang berkembang selama beberapa hari ke depan, jika ada tindakan provokatif dari DPRK, kami pasti akan, bersama dengan sekutu dan mitra kami di kawasan ini, siap untuk itu,” tegasnya.
Trump membatalkan pertemuan itu beberapa jam setelah Korut mengatakan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti janji untuk meledakkan terowongan di lokasi uji coba nuklir utamanya, yang menurut Pyongyang adalah bukti komitmennya untuk mengakhiri uji coba nuklir.

McKenzie mengatakan militer AS masih menilai kerusakan dari penghancuran itu.

"Kami sedang melihat foto-foto itu sekarang dan kami tidak memiliki penilaian akhir," katanya.

"Mereka jelas melakukan beberapa penghancuran yang terlihat dari pintu masuk ke terowongan," terangnya.

Pengumuman itu datang ketika Menteri Pertahanan AS Jim Mattis dan komandan militer AS lainnya berkumpul di Pangkalan Angkatan Udara Peterson di Colorado untuk upacara untuk mengantar komandan baru guna mengawasi pasukan AS di Amerika Utara, yang tanggung jawabnya termasuk membela terhadap serangan rudal.

Pentagon mengakui bahwa Mattis telah mengetahui tentang keputusan Trump jelang pengumuman publiknya.

Namun belum jelas apakah keduanya berbicara sebelumnya, berapa lama mereka berbicara atau apakah Mattis memberikan masukan langsung sebelum keputusan Trump.

Trump, dalam pernyataan publik, mencatat ia telah berbicara dengan Mattis dan komandan militer AS lainnya. "Kami lebih siap daripada yang pernah kami lakukan sebelumnya," imbuhnya merujuk pada potensi konflik dengan Korut.
(ian)
Berita Terkait
Lewat Twitter, Trump...
Lewat Twitter, Trump Ngaku Senang Lihat Kim Jong Un Kembali dan Sehat
Kim Jong-un Kembali...
Kim Jong-un Kembali Tampil di Depan Publik, Trump Bungkam Seribu Bahasa
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
Misteri Kesehatan Kim...
Misteri Kesehatan Kim Jong-un, Trump: Saya Tahu Keadaannya
Pompeo Tampik Kemungkinan...
Pompeo Tampik Kemungkinan Pertemuan Trump-Kim Jong-un
Trump Klaim Kim Jong-un...
Trump Klaim Kim Jong-un Perlihatkan Kepala Paman usai Mengeksekusinya
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
1 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
2 jam yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
2 jam yang lalu
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
3 jam yang lalu
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
3 jam yang lalu
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
4 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved