Iran Dilaporkan Telah Merestart Program Rudal Jarak Jauhnya

Kamis, 24 Mei 2018 - 13:31 WIB
Iran Dilaporkan Telah...
Iran Dilaporkan Telah Merestart Program Rudal Jarak Jauhnya
A A A
NEW YORK - Iran dilaporkan telah me-restart program rudal jarak jauhnya dengan mendirikan fasilitas penelitian senjata itu sebuah situs padang pasir yang dirahasiakan.

Laporan berasal diterbitkan The New York Times mengutip para ahli yang berbasis di California. Para ahli tersebut telah mempelajari berbagai laporan dari media yang berbasis di Iran, khususnya liputan tentang ilmuwan militer ternama Teheran, Jenderal Hassan Tehrani Moghaddam.

Moghaddam terbunuh dalam ledakan di fasilitas rudal jarak jauh Iran pada tahun 2011. Oleh banyak ahli, sosok jenderal tersebut dianggap sebagai penghalang utama bagi penelitian rudal jarak jauh Teheran.

Namun, berdasarkan analisis dari para peneliti California, Moghaddam sejatinya telah mendirikan fasilitas rahasia kedua di sebuah padang pasir tak lama sebelum kematiannya. Fasilitas itu diduga telah beroperasi penuh.

Menurut temuan mereka, situs itu berpotensi digunakan untuk penelitian mesin dan bahan bakar roket canggih. Situs itu juga bisa membuat Iran dapat fokus untuk mengembangkan rudal balistik antarbenua (ICBM).

"Penyelidikan menyoroti beberapa perkembangan yang berpotensi mengganggu," kata Michael Elleman, seorang ahli rudal di International Institute for Strategic Studies yang mengkaji temuan tersebut, dalam wawancaranya dengan The New York Times.

Menurutnya, bukti menunjukkan bahwa Iran dapat siap mengembangkan ICBM dalam kira-kira satu dekade.

Dengan menganalisis liputan media negara Iran terhadap Moghaddam, para ahli di lembaga penelitian di Monterey, California tersebut menemukan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa Teheran memang sedang sedang melanjutkan penelitiannya.

Misalnya, foto Moghaddam yang di-posting oleh seorang jurnalis Iran pada tahun 2017 menunjukkan ilmuwan militer duduk di dekat kotak bertuliskan "Shahrud."

Shahrud adalah lokasi uji coba rudal pada 2013. Setelah melihat gambar satelit dari situs tersebut, para peneliti menemukan jumlah bangunan di daerah itu secara bertahap meningkat dari waktu ke waktu dan bahwa ada sejumlah besar lalu lintas manusia di daerah tersebut.

Mereka juga memperhatikan, di antara tanda-tanda aneh lainnya, bahwa ada bekas cacat di permukaan tanah. Tanda itu menunjukkan bahwa mesin rudal telah diuji coba di lokasi.

Berdasarkan analisis mereka, tanda di tanah itu relatif baru dan kemungkinan dari uji coba tahunb 2016 dan 2017.

Jika kesimpulan peneliti benar, itu tidak berarti Iran melanggar ketentuan perjanjian nuklir Iran. Tapi, hal itu bisa mempersulit upaya administrasi Donald Trump untuk membuat kesepakatan baru dengan Teheran. Seperti diketahui, Trump telah menarik diri AS dari kesepakatan nuklir Iran tahun 2015.

Jeffrey Lewis, pemimpin tim California yang berada di balik penelitian, mengatakan kepada The New York Times bahwa keputusan Trump untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran dapat menginspirasi negeri para Mullah itu untuk mempercepat uji coba rudal jarak jauh dan mungkin akan lebih mampu dari yang diyakini sebelumnya.

“Kami telah tersandung ke program ini yang jauh lebih dekat untuk diselesaikan daripada yang kami sadari," kata Lewis, yang dilansir Kamis (24/5/2018).

Lebih lanjut Lewis mengatakan bahwa Iran kemungkinan memilih untuk "menahan" program misilnya karena alasan politik. Yakni, untuk menghindari perhatian internasional dan sanksi ekonomi.
(mas)
Berita Terkait
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
AS Ancam Sanksi Negara...
AS Ancam Sanksi Negara yang Tolak Klausul Snapback Diaktifkan
Lagi, Presiden Iran...
Lagi, Presiden Iran Ajukan Syarat Duduk Satu Meja dengan AS
AS, Iran dan Anggota...
AS, Iran dan Anggota JCPOA Bakal Bertemu di Wina Minggu Depan
Iran Bersumpah Akan...
Iran Bersumpah Akan Balas Dendam Jika AS Jatuhkan Sanksi
Iran Tegaskan Tolak...
Iran Tegaskan Tolak Renegosiasi Perjanjian Nuklir dengan AS
Berita Terkini
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
1 jam yang lalu
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
1 jam yang lalu
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
4 jam yang lalu
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
6 jam yang lalu
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
6 jam yang lalu
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
7 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved