Israel Bantai Warga Palestina, Erdogan Sebut PBB Telah Kolaps

Kamis, 17 Mei 2018 - 04:15 WIB
Israel Bantai Warga...
Israel Bantai Warga Palestina, Erdogan Sebut PBB Telah Kolaps
A A A
ANKARA - Presiden Turki Tayyip Erdogan mengkritik PBB yang seolah tak berdaya melihat pasukan Israel membunuh lebih dari 60 demonstran Palestina di perbatasan Gaza. Dia menyebut PBB telah kolaps.

Jumlah korban tewas itu merupakan data sejak Senin ketika puluhan warga Palestina ditembak mati pasukan Israel saat demo "Great Return March". Demo yang menandai 70 tahun Hari Nakba itu bertepatan dengan relokasi kedutaan Amerika Serikat (AS) di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem yang semakin memupuk kemarahan warga Palestina.

Turki telah menjadi salah satu pengkritik paling vokal terkait penggunaan kekuatan mematikan oleh pasukan Israel terhadap para pengunjuk rasa. Ankara telah menyerukan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menggelar pertemuan darurat di Istanbul pada hari Jumat (18/5/2018) besok.

Erdogan mengatakan mayoritas masyarakat internasional telah gagal bereaksi terhadap peristiwa di Gaza, Menurutnya, jika masyarakat internasional tetap diam, itu berarti akan membuka pintu yang sangat berbahaya.

"Dalam menghadapi semua peristiwa ini, PBB telah berakhir. (Badan ini telah) kelelahan dan kolaps," kata Erdogan, yang dilansir Reuters, Kamis (17/5/2018).

"Jika intimidasi Israel dipenuhi dengan sikap yang lebih banyak diam, dunia akan dengan cepat terseret ke dalam kekacauan di mana premanisme terjadi," ujarnya.

Krisis di Gaza juga telah memicu pertikaian diplomatik antara Turki dan Israel. Ankara telah mengusir duta besar Israel. Pemerintah negara Yahudi itu lantas membalas dengan mengusir konsul Turki yang bertugas di Yerusalem.

Menurut Erdogan, kepala kantor staf dan kementerian luar negerinya telah bekerja untuk mengevakuasi korban yang terluka dari Gaza."Turki akan berdiri di Palestina, tidak peduli berapa harganya," ujar Erdogan mengacu pada dampak yang dirasakan Ankara demi membela Palestina.

"Bahkan jika seluruh dunia menutup mata mereka, kami tidak akan membiarkan kekejaman Israel. Kami akan terus bersama saudara-saudara Palestina kami, tidak hanya dengan hati kami, tetapi dengan semua sumber daya kami," katanya.

"Kami tidak akan pernah membiarkan Yerusalem dicuri oleh Israel."
(mas)
Berita Terkait
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
Gerakan Pro-Palestina...
Gerakan Pro-Palestina Meletus di Kampus-kampus Amerika Serikat
3 Alasan Donald Trump...
3 Alasan Donald Trump Mengusir Para Simpatisan Palestina dari Amerika Serikat
Langka, Amerika Serikat...
Langka, Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Terhadap Israel
Mahasiswi PhD Asal Turki...
Mahasiswi PhD Asal Turki Ini Diculik saat Hendak Berbuka Puasa, Terancam Dideportasi dari AS karena Dituding Mendukung Hamas
Berita Terkini
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
1 jam yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
2 jam yang lalu
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
5 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
7 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
7 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
8 jam yang lalu
Infografis
Prabowo Bakal Ungsikan...
Prabowo Bakal Ungsikan 1.000 Warga Palestina ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved